Eddy Soeparno Desak Percepatan Penanganan Krisis BBM di Bali, Warga Jangan Terus Dibebani Antrean Panjang
16 Oktober 2026 17:11 WIB
liliek
Photo: istimewa
Jakarta, Sonora.co.id – Wakil Ketua MPR RI Eddy Soeparno meminta pemerintah dan PT Pertamina mempercepat penanganan gangguan pasokan bahan bakar minyak (BBM) di Bali yang menyebabkan antrean panjang di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU). Menurutnya, masyarakat tidak boleh terus-menerus menanggung dampak dari persoalan distribusi energi yang mengganggu aktivitas sehari-hari.
Eddy mengaku menyaksikan langsung kondisi di lapangan saat menghadiri Bali Climate Week beberapa waktu lalu. Ia melihat antrean kendaraan mengular di sejumlah titik akibat keterbatasan pasokan BBM.
"Saya baru kembali dari Bali dan menyaksikan sendiri bagaimana terjadi antrean yang panjang. Tentu kondisi ini sangat memberatkan masyarakat yang harus menunggu berjam-jam hanya untuk mendapatkan BBM," kata Eddy.
Menurut dia, sejumlah faktor menjadi penyebab terganggunya pasokan BBM di Pulau Dewata. Berdasarkan masukan yang diterimanya dari Pertamina, instansi terkait, dan pelaku usaha, kendala terjadi mulai dari aspek transportasi, distribusi hingga ketersediaan stok BBM itu sendiri.
Meski demikian, Eddy memastikan pemerintah saat ini tengah bergerak cepat untuk mengatasi persoalan tersebut. Berbagai unsur pemerintah bersama Pertamina disebut terus berupaya memperlancar distribusi agar pasokan kembali normal dalam waktu sesingkat-singkatnya.
"Saya mendapat informasi bahwa kendala-kendala tersebut sedang ditangani secara cepat oleh pemerintah. Saya yakin segala upaya sedang dilakukan oleh Pertamina dan seluruh unsur pemerintah agar distribusi BBM kembali lancar," ujarnya.
Politikus Partai Amanat Nasional itu menekankan bahwa penyelesaian masalah harus dilakukan secepat mungkin mengingat dampaknya sudah merembet ke berbagai sektor kehidupan masyarakat. Kelangkaan BBM tidak hanya menyulitkan mobilitas warga, tetapi juga mengganggu aktivitas pendidikan dan ekonomi.
Ia menyoroti sejumlah laporan mengenai siswa yang harus belajar dari rumah karena kesulitan transportasi. Selain itu, sebagian pekerja juga terpaksa menjalankan aktivitas secara daring akibat keterbatasan akses bahan bakar.
"Kasihan masyarakat yang harus mengantre panjang di tengah cuaca panas. Kebutuhan mereka terhadap BBM harus segera terpenuhi agar aktivitas bisa kembali normal. Kita juga mendengar ada anak-anak sekolah yang terpaksa belajar dari rumah dan pekerja yang harus bekerja dari rumah karena situasi ini," katanya.
Karena itu, Eddy menyatakan dukungannya terhadap seluruh langkah percepatan yang dilakukan pemerintah dan Pertamina. Menurutnya, pemulihan pasokan BBM harus menjadi prioritas agar roda perekonomian dan pelayanan publik di Bali dapat kembali berjalan seperti biasa.
"Yang terpenting sekarang adalah memastikan pasokan segera tersedia dan distribusi berjalan lancar. Dengan begitu masyarakat tidak lagi dibebani antrean panjang dan seluruh aktivitas sosial maupun ekonomi bisa pulih sepenuhnya," tegas Eddy.
Bagi Eddy, krisis pasokan BBM di Bali menjadi pengingat pentingnya penguatan sistem logistik dan distribusi energi nasional agar gangguan serupa tidak kembali terjadi, terutama di daerah yang menjadi pusat pariwisata dan aktivitas ekonomi strategis nasional.
News
View MoreOur Services
Sonora Education And Talent Management
Empowering Talent Development & Soft Skills Training.
Research Solution
Your Research Solution for Comprehensive Coverage, Reliable Sources, and Diverse Perspectives