Kasus GERD Meningkat, Pakar Bahas Pengembangan Terapi P-CAB di Indonesia

19 September 2026 11:08 WIB
Riko Marbun
Photo: Istimewa
Jakarta, Sonora.Co.ID - Peningkatan kasus gastroesophageal reflux disease (GERD) di Indonesia mendorong perlunya pengembangan strategi pengobatan yang sesuai dengan kebutuhan pasien. Sejumlah pakar gastroenterologi dari Indonesia dan Korea Selatan membahas perkembangan terapi Potassium-Competitive Acid Blocker (P-CAB) dalam simposium ilmiah rangkaian Indonesian Digestive Disease Week (IDDW) 2026 di Jakarta.

Simposium yang digelar pada 18 September 2026 di Shangri-La Jakarta tersebut sekaligus menjadi momentum peluncuran fexuprazan, terapi P-CAB untuk GERD, oleh PT Daewoong Pharmaceutical Indonesia. Kegiatan ini dihadiri lebih dari 150 dokter spesialis penyakit dalam dan konsultan gastroenterologi dari berbagai wilayah di Indonesia.

Pembahasan dalam simposium mencakup bukti klinis penggunaan P-CAB, hasil penelitian terhadap pasien Indonesia, serta penguatan kolaborasi akademik antara tenaga medis Indonesia dan Korea Selatan.

Berdasarkan Konsensus Nasional Penatalaksanaan Penyakit GERD Indonesia 2022, prevalensi GERD pada populasi umum di Indonesia diperkirakan mencapai sekitar 9,35 persen.

Selain itu, data IQVIA menunjukkan pasar obat antiulkus di Indonesia mencapai sekitar Rp2,55 triliun atau 164,3 juta dolar AS pada 2025, dengan pertumbuhan tahunan sekitar 6 persen.

Data dari rumah sakit rujukan tingkat tersier juga menunjukkan bahwa 55,4 persen pasien GERD mengalami esofagitis erosif. Kondisi tersebut menjadi salah satu perhatian dalam pembahasan mengenai pentingnya diagnosis yang tepat dan intervensi dini dengan terapi yang sesuai karakteristik pasien.

Dalam simposium, para pakar turut memaparkan hasil investigator-initiated trial (IIT) yang melibatkan 134 pasien di tiga rumah sakit besar di Jakarta. Penelitian ini menjadi bagian dari pembahasan mengenai bukti klinis penggunaan terapi P-CAB pada pasien di Indonesia.

Prof. Dr. dr. Ari Fahrial Syam, MMB, Sp.PD, K-GEH, FACG, FACP, Ketua Pengurus Besar Perkumpulan Gastroenterologi Indonesia (PB PGI) sekaligus profesor di Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo, menekankan pentingnya bukti klinis dalam negeri untuk menentukan strategi pengobatan GERD.

“Indonesia memiliki proporsi pasien GERD dengan esofagitis erosif yang cukup tinggi. Kondisi ini menunjukkan adanya kebutuhan klinis terhadap terapi generasi baru yang mampu memberikan supresi asam secara cepat dan kuat sejak awal pengobatan,” ujar Prof. Ari.

Ia menjelaskan, penyusunan panduan terapi berbasis bukti ilmiah yang sesuai dengan kondisi pelayanan kesehatan di Indonesia, serta didukung data klinis dari pasien Indonesia, memiliki nilai ilmiah yang sangat penting.

Menurutnya, data klinis dalam negeri dapat menjadi salah satu bahan pertimbangan dalam pengembangan tata laksana GERD yang sesuai dengan kebutuhan pasien dan karakteristik sistem pelayanan kesehatan di Indonesia.

Kolaborasi Pakar Indonesia dan Korea Selatan Perkuat Pembahasan Terapi GERD

Pengalaman klinis dan hasil penelitian dari Korea Selatan turut menjadi topik utama dalam simposium tersebut. Prof. Ahn Ji Yong, Profesor Gastroenterologi di Asan Medical Center dan University of Ulsan College of Medicine, menjelaskan bahwa penggunaan P-CAB di Korea Selatan terus berkembang untuk menjawab sejumlah kebutuhan klinis yang belum sepenuhnya terpenuhi oleh terapi proton pump inhibitor (PPI).

“Di Korea Selatan, terapi P-CAB telah digunakan secara bertahap sehingga pengalaman klinis penggunaannya terus bertambah,” ujar Prof. Ahn.

Ia juga memaparkan hasil studi fase 3 yang melibatkan 263 pasien Korea Selatan dengan esofagitis erosif. Dalam studi tersebut, fexuprazan menunjukkan tingkat penyembuhan berdasarkan pemeriksaan endoskopi sebesar 99,1 persen pada minggu ke-8.

Hasil penelitian tersebut menjadi salah satu bukti klinis yang dibahas dalam simposium terkait penggunaan fexuprazan sebagai terapi P-CAB untuk pasien GERD.

Prof. Ji Won Kim, M.D., Presiden Korean Gastroenterology Association sekaligus Profesor Divisi Gastroenterologi, Departemen Penyakit Dalam, Seoul National University College of Medicine, SMG-SNU Boramae Medical Center, bertindak sebagai Co-Chair dari Korea Selatan dalam simposium tersebut.

Ia menyambut peluncuran fexuprazan di Indonesia dan berharap terapi tersebut dapat memberikan kontribusi terhadap penanganan GERD.

“Peluncuran resmi fexuprazan di Indonesia menjadi momentum yang sangat berarti. Sebagai terapi P-CAB generasi baru, kami berharap fexuprazan dapat memberikan kontribusi dalam meningkatkan kualitas hidup pasien GERD di Indonesia,” kata Prof. Ji Won Kim.

Simposium ini juga menjadi wadah pertukaran pengetahuan dan pengalaman antara pakar gastroenterologi Indonesia dan Korea Selatan, khususnya dalam pengembangan tata laksana penyakit saluran cerna.

dr. Wicak Prasetiadi, Brand and Marketing Manager PT Daewoong Pharmaceutical Indonesia, mengatakan kehadiran fexuprazan diharapkan dapat memperluas pilihan terapi bagi pasien GERD di Indonesia.

“Kami berharap kehadiran fexuprazan dapat menjadi salah satu pendorong perkembangan tata laksana GERD di Indonesia,” ujar Wicak.

Ia menambahkan, perusahaan akan terus memperluas pertukaran pengetahuan terkini dan kegiatan edukasi bersama tenaga kesehatan untuk mendukung peningkatan kualitas pelayanan bagi pasien di Indonesia.

Peluncuran fexuprazan dalam rangkaian IDDW 2026 menjadi bagian dari upaya memperkuat diskusi ilmiah mengenai pengobatan GERD, sekaligus mendorong kolaborasi antara tenaga medis Indonesia dan Korea Selatan dalam bidang gastroenterologi.

Sonora Network

Our Services

Sonora Education And Talent Management

Sonora Education And Talent Management

Empowering Talent Development & Soft Skills Training.
Research Solution

Research Solution

Your Research Solution for Comprehensive Coverage, Reliable Sources, and Diverse Perspectives
Management Services

Management Services

Empowering Talent Development & Soft Skills Training.
Event Management

Event Management

Step into Syandana, we deliver exceptional tailored event solutions

We'll reach out to you to talk about what we can do to keep leading, together.

Let’s Collaborate!

Our Satisfied Partners

Kementrian Pajak
Kementrian PUPR
Kementerian Dinas Perhubungan
Kementrian Kominfo
Kementrian Agama
Kementrian Hukum dan HAM
Telkomsek
ASDP
Nuvo Family
Pertamina
Bear Brand
Sarirasa Group
Gopek House
Counterpain
PLN
Kementrian Pelni
Ayaxx
Wincos