LSBA Bekasi Resmi Dibuka, Dorong Remaja Berkebutuhan Khusus Mandiri dan Siap Masuk Dunia Kerja

15 Agustus 2026 15:49 WIB
Riko Marbun
Photo: Emilya/Istimewa
Bekasi, Sonora.Co.ID - Pendidikan bagi remaja berkebutuhan khusus tidak berhenti setelah menyelesaikan pendidikan formal. Kesiapan memasuki dunia kerja, mengembangkan keterampilan, membangun kemampuan sosial, hingga hidup mandiri menjadi tantangan berikutnya yang perlu dipersiapkan.

Hal tersebut menjadi salah satu alasan London School Beyond Academy (LSBA) memperluas akses pendidikan vokasional dengan membuka LSBA Bekasi di LSPR Transpark, Bekasi, Jawa Barat. LSBA Bekasi resmi dibuka pada Sabtu (15/8/2026) oleh Founder & CEO LSPR Institute of Communication and Business Dr. (H.C.) Prita Kemal Gani, Direktur LSBA Associate Professor Dr. Chrisdina, Fatma Saifullah Yusuf selaku Ketua Bidang III Solidaritas Perempuan untuk Indonesia (Seruni) sekaligus Penasihat I DWP Kementerian Sosial, Shinta Maruarar Sirait selaku Wakil Ketua Bidang III Seruni sekaligus Penasihat DWP Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), serta Ambassador Ridwan Hasan, Duta Besar Republik Indonesia untuk Negara Qatar di Doha.

Pembukaan LSBA Bekasi menjadi momentum untuk memperkuat akses pendidikan vokasional yang inklusif bagi individu berkebutuhan khusus, khususnya di wilayah Bekasi dan sekitarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Fatma Saifullah Yusuf mengatakan keberadaan LSBA menjadi salah satu jawaban terhadap kebutuhan pendidikan dan pemberdayaan anak berkebutuhan khusus, termasuk mereka yang memiliki kebutuhan pengembangan khusus seperti autisme.

Menurut Fatma, tantangan tidak berhenti ketika anak menyelesaikan pendidikan formal. Tahap berikutnya adalah mempersiapkan mereka agar mampu hidup lebih mandiri, bermartabat, dan dapat diterima di tengah masyarakat.

“Kita tahu bahwa tantangannya juga sangat besar. Setelah pendidikan formal, kita harus menyiapkan anak-anak kita untuk bisa menjadi anak-anak yang lebih mandiri, lebih bermartabat dan bisa diterima di masyarakat,” ujar Fatma dalam acara peresmian LSBA Bekasi, Sabtu (15/8/2026).

Fatma berharap kehadiran LSBA Bekasi dapat memberikan manfaat bagi anak-anak berkebutuhan khusus sekaligus menjadi ruang bagi mereka untuk terus mengembangkan kemampuan setelah menyelesaikan pendidikan formal.

Untuk diketahi, kebutuhan terhadap pendidikan lanjutan bagi individu berkebutuhan khusus juga terlihat dari data Referensi Kemendikdasmen per 12 Agustus 2026 yang mencatat terdapat 1.415 peserta didik berkebutuhan khusus di Kota Bekasi. Sementara itu, data Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat per 29 Juni 2026 mencatat terdapat 14 Sekolah Luar Biasa (SLB) di Kota Bekasi, terdiri atas dua SLB negeri dan 12 SLB swasta.

Dalam kesempatan yang sama, Shinta Maruarar Sirait mengatakan dirinya mengenal kegiatan LSBA dan anak-anak berkebutuhan khusus melalui Fatma Saifullah Yusuf. Ia kemudian menceritakan pengalamannya ketika memberikan kesempatan kepada anak-anak disabilitas untuk berjualan dan memamerkan hasil karya mereka dalam sebuah kegiatan.

Menurut Shinta, pengalaman tersebut memberikan nilai penting karena anak-anak dapat merasakan secara langsung bahwa produk yang mereka hasilkan memiliki nilai dan dapat dibeli secara profesional.

“Mereka luar biasa bisa membuat jaket, bisa membuat donat dan sebagainya,” kata Shinta. 

Ia juga menceritakan bagaimana anak-anak tersebut diberikan ruang untuk berjualan sehingga mereka memahami bahwa hasil karya mereka dapat dihargai dan dibeli secara profesional.

Shinta menilai keterampilan praktis dapat menjadi salah satu jalan bagi anak berkebutuhan khusus untuk membangun kemandirian. Ia menyebut sejumlah bidang keterampilan, seperti memasak dan kecantikan, dapat dikembangkan sesuai dengan kemampuan masing-masing peserta.

“Jadi mungkin nanti bisa keterampilannya atau Ibu Prita butuh nanti untuk belajar makeup, belajar,” ujar Shinta.

Sementara itu, Founder & CEO LSPR Institute, Dr. (H.C.) Prita Kemal Gani, MBA, MCIPR, APR, FIPR, mengatakan kemandirian individu berkebutuhan khusus tidak harus ditempuh melalui satu jalur.

Menurut Prita, sebagian individu dapat berkembang melalui dunia kerja, sementara lainnya dapat menemukan potensi melalui kewirausahaan. Karena itu, pendidikan harus memberikan ruang, kesempatan, dan lingkungan yang mendukung setiap individu untuk mengembangkan kemampuan terbaiknya.

“Kemandirian tidak berarti setiap orang harus menempuh jalan yang sama. Ada yang dapat berkembang melalui dunia kerja, ada pula yang menemukan potensinya melalui kewirausahaan. Yang terpenting adalah memberikan pendidikan, kesempatan, dan lingkungan yang memungkinkan setiap individu berkebutuhan khusus mengembangkan kemampuan terbaiknya dan mengambil peran di tengah masyarakat,” ujar Prita.

LSBA merupakan lembaga pelatihan keterampilan di bawah naungan LSPR Institute of Communication and Business yang memfasilitasi individu berkebutuhan khusus untuk mengembangkan potensi sesuai kemampuan masing-masing. Di LSBA Bekasi, pembelajaran berbasis praktik mengintegrasikan keterampilan vokasional, kemampuan sosial dan komunikasi, pengalaman kerja, serta kewirausahaan.

Direktur London School Beyond Academy, Associate Professor Dr. Chrisdina, mengatakan setiap individu berkebutuhan khusus memiliki potensi dan kebutuhan pengembangan yang berbeda sehingga proses pembelajaran perlu disesuaikan dengan kemampuan masing-masing peserta.

“Setiap individu memiliki potensi dan kebutuhan pengembangan yang berbeda. Karena itu, pembelajaran di LSBA menekankan praktik langsung dengan program yang disesuaikan dengan kemampuan peserta. Kami ingin mereka tidak hanya memiliki keterampilan vokasional, tetapi juga kemampuan komunikasi, sosial, disiplin, tanggung jawab, serta kepercayaan diri untuk menjadi lebih mandiri,” ujar Chrisdina.

LSBA Bekasi menghadirkan empat bidang pembelajaran, yakni Tata Boga, Kriya, Administrasi Perkantoran, serta Digital Desain dan Cetak. Peserta menjalani enam semester pembelajaran yang dilanjutkan dengan dua semester pelatihan kerja.

Calon peserta yang merupakan lulusan SMA atau sederajat terlebih dahulu menjalani asesmen untuk mengetahui kebutuhan dan program pengembangan yang sesuai. LSBA Bekasi memiliki kapasitas maksimal 70 peserta didik pada setiap angkatan, dengan fasilitas praktik antara lain Laboratorium Tata Boga, Laboratorium Sablon, Laboratorium Kriya, dan Laboratorium Kerajinan Tangan.

Bagi peserta yang dinilai siap, LSBA juga membuka kesempatan memperoleh pengalaman kerja melalui program magang bersama sejumlah perusahaan dan institusi. Kolaborasi tersebut antara lain melibatkan PT Tokio Marine Indonesia, DoubleTree by Hilton Jakarta–Diponegoro, DoubleTree by Hilton Jakarta Bintaro Jaya, dan United Tractors.

Pengalaman kerja menjadi bagian penting dalam proses menuju kemandirian. Melalui lingkungan profesional, peserta dapat mempraktikkan keterampilan yang telah dipelajari sekaligus membangun kedisiplinan, tanggung jawab, komunikasi, kemampuan beradaptasi, dan kemampuan bekerja sebagai bagian dari tim.

Namun, bekerja di perusahaan bukan satu-satunya jalan menuju kehidupan produktif. LSBA juga membekali peserta dengan keterampilan kewirausahaan agar mereka memiliki pilihan untuk mengembangkan aktivitas maupun usaha yang sesuai dengan kemampuan dan minat masing-masing.

Pembukaan LSBA Bekasi diharapkan memperluas kolaborasi antara institusi pendidikan, pemerintah, dunia usaha, komunitas, dan keluarga dalam membangun ekosistem yang semakin inklusif.

Kolaborasi tersebut diperlukan agar individu berkebutuhan khusus tidak hanya memperoleh kesempatan belajar, tetapi juga memiliki ruang untuk mengembangkan keterampilan, mendapatkan pengalaman kerja, berwirausaha, dan berkarya setelah menyelesaikan pendidikan formal.

Ke depan, LSBA Bekasi akan terus mengembangkan program yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja dan kewirausahaan serta memperluas kemitraan dengan berbagai pemangku kepentingan.

Kehadiran LSBA Bekasi membawa pesan bahwa pendidikan inklusif tidak cukup berhenti pada kesempatan untuk bersekolah, tetapi perlu dilanjutkan dengan kesempatan untuk berkembang, berkarya, bekerja, dan berdaya di tengah masyarakat.
Sonora Network

Our Services

Sonora Education And Talent Management

Sonora Education And Talent Management

Empowering Talent Development & Soft Skills Training.
Research Solution

Research Solution

Your Research Solution for Comprehensive Coverage, Reliable Sources, and Diverse Perspectives
Management Services

Management Services

Empowering Talent Development & Soft Skills Training.
Event Management

Event Management

Step into Syandana, we deliver exceptional tailored event solutions

We'll reach out to you to talk about what we can do to keep leading, together.

Let’s Collaborate!

Our Satisfied Partners

Kementrian Pajak
Kementrian PUPR
Kementerian Dinas Perhubungan
Kementrian Kominfo
Kementrian Agama
Kementrian Hukum dan HAM
Telkomsek
ASDP
Nuvo Family
Pertamina
Bear Brand
Sarirasa Group
Gopek House
Counterpain
PLN
Kementrian Pelni
Ayaxx
Wincos