Siswa Sekolah Rakyat Bawakan Puisi di Depan Seskab Teddy

09 Agustus 2026 15:40 WIB
Riko Marbun
Photo: Humas Kemensos RI
Tangerang, Sonora.Co.ID - Penampilan siswa Sekolah Rakyat menyedot perhatian Sekretaris Kabinet (Seskab) Letkol Teddy Indra Wijaya dan Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul dalam kegiatan persiapan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di Sekolah Rakyat Terintegrasi 8 (SRT) Kabupaten Tangerang, Banten, Sabtu (8/8/2026).

Sejumlah siswa tampil percaya diri membawakan musikalisasi puisi, paduan suara, hingga pidato bahasa asing di Gedung Politeknik Penerbangan Indonesia Curug. Penampilan tersebut disaksikan para orang tua dan calon siswa Sekolah Rakyat.

Salah satu penampilan yang menarik perhatian datang dari Zahwa Anindita Fauzi, siswa Sekolah Rakyat 4 Jakarta. Dengan diiringi petikan gitar dan lantunan lagu Pantaskah Surga Untukku, Zahwa membacakan puisi berjudul “Dari Jalanan Menuju Harapan.”

Melalui puisi tersebut, Zahwa menceritakan perjalanan hidup anak-anak yang sebelumnya menghabiskan waktu di jalan untuk mencari penghasilan, hingga mendapatkan kesempatan belajar melalui program Sekolah Rakyat.

“Dulu jalanan adalah tempat kami mencari makan. Kini Sekolah Rakyat adalah tempat kami menjemput masa depan,” kata Zahwa saat membacakan salah satu bait puisinya.

Penampilan tersebut mendapat sambutan meriah dari para hadirin. Orang tua dan calon siswa tampak memberikan perhatian saat Zahwa dan siswa lainnya menunjukkan kemampuan mereka di atas panggung.

Selain musikalisasi puisi, siswa gabungan dari Sekolah Rakyat Jakarta dan Bekasi juga menampilkan paduan suara serta pidato dalam bahasa asing.

Dalam kesempatan tersebut, Seskab Teddy Indra Wijaya yang didampingi Menteri Sosial Saifullah Yusuf dan Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono juga berdialog dengan para siswa dan orang tua.

Teddy mengatakan Program Sekolah Rakyat merupakan bagian dari upaya Presiden Prabowo Subianto untuk membuka akses pendidikan yang layak dan berkualitas bagi seluruh anak Indonesia, termasuk anak-anak dari keluarga kurang mampu.

“Sekolah Rakyat adalah cara Bapak Presiden Prabowo, gimana caranya seluruh anak-anak Indonesia dapat bersekolah. Yang tidak bersekolah bisa bersekolah, yang putus sekolah bisa melanjutkan sekolah, yang tidak pernah sekolah sama sekali, bisa sekolah,” ujar Teddy.

Menurut Teddy, pendidikan gratis dan berkualitas melalui Sekolah Rakyat diharapkan dapat membuka kesempatan bagi anak-anak untuk mengejar cita-cita yang sebelumnya sulit mereka wujudkan.

“Untuk itu Bapak Presiden memerintahkan Kementerian Sosial untuk membuat (Sekolah Rakyat) ini, dan alhamdulillah sudah 43 ribu anak-anak yang belum bersekolah, bisa bersekolah sekarang,” katanya.

Sementara itu, Menteri Sosial Saifullah Yusuf menjelaskan bahwa penyelenggaraan Sekolah Rakyat merupakan hasil kolaborasi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah.

Pemerintah daerah berperan dalam penyediaan lahan, sedangkan pembangunan sekolah permanen dilakukan oleh pemerintah pusat melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

“Gubernur, Bupati, Wali Kota menyediakan lahan, sementara dibangun menggunakan APBN oleh Kementerian Pekerjaan Umum atas arahan Bapak Presiden Prabowo,” ujar Gus Ipul.

Menurut Gus Ipul, penampilan para siswa menjadi salah satu gambaran perkembangan mereka setelah mengikuti pendidikan di Sekolah Rakyat. Dalam waktu sekitar satu tahun, sejumlah siswa dinilai mengalami perkembangan, termasuk dari sisi kepercayaan diri dan kemampuan akademik.

Gus Ipul mencontohkan perkembangan seorang siswa yang sebelumnya belum lancar membaca bahasa Inggris. Setelah mengikuti pendidikan di Sekolah Rakyat, kemampuan siswa tersebut mengalami peningkatan.

“Setahun di Sekolah Rakyat sudah lancar. Banyak lagi teman-temannya yang tidak bisa baca kelas 1 SMA, tapi sekarang alhamdulillah sudah bisa berprestasi,” katanya.

Gus Ipul menegaskan bahwa perbedaan latar belakang maupun kemampuan siswa tidak boleh menjadi alasan untuk membatasi kesempatan mereka memperoleh pendidikan.

“Itulah harapan Bapak Presiden Prabowo. Sekolah Rakyat tidak membeda-bedakan kemampuan siswa yang ada. Setiap siswa berharga,” tegasnya.

Pesan tersebut juga tergambar dalam puisi Zahwa yang menggambarkan perubahan kehidupan anak-anak setelah mendapatkan kesempatan belajar di Sekolah Rakyat.

Dalam puisi tersebut, Zahwa menceritakan bagaimana jalanan yang sebelumnya menjadi tempat mencari penghasilan kini berganti menjadi ruang belajar dan tempat membangun cita-cita.

Di Sekolah Rakyat, para siswa mendapatkan kesempatan untuk belajar, beristirahat, memperoleh makanan yang cukup, serta tumbuh bersama guru dan teman-teman mereka.
Puisi tersebut juga menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo Subianto yang dinilai telah membuka akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.

Dari Jalanan Menuju Harapan
Dulu,
Jalanan adalah panggung kami.
Di bawah lampu merah,
di antara suara klakson dan debu,
kami bernyanyi
sambil menengadahkan tangan.

Satu lagu untuk sesuap nasi.
Satu senyum untuk bertahan hari ini.
Kami melihat anak-anak lain
berangkat ke sekolah membawa buku.
Sementara kami membawa gitar kecil,
berjalan dari kendaraan
ke kendaraan.

Hari ini,
hidup kami mulai berubah.
Kami tidak lagi bernyanyi
untuk mendapatkan uang.

Kini kami bernyanyi
untuk menyambut masa depan.
Di Sekolah Rakyat,
kami punya tempat untuk belajar,
tempat untuk beristirahat,
makanan yang cukup,
guru-guru yang menyayangi,
dan teman-teman
yang tumbuh bersama kami.

Dulu jalanan
adalah tempat kami mencari makan.
Kini Sekolah Rakyat
adalah tempat kami
menjemput masa depan.

Dan kami punya seorang kakak,
yang mengingatkan kami
untuk berani bermimpi.
Letkol Teddy Indra Wijaya,
Duta Sekolah Rakyat,
mengajarkan kami,
bahwa dari mana pun kita berasal,
dengan disiplin, belajar, dan kerja keras,
kami pun bisa berdiri tegak
dan membanggakan Indonesia.

Terima kasih,
Bapak Presiden Prabowo Subianto.
Terima kasih
telah melihat kami.

Terima kasih
telah membuka pintu sekolah
dan memberi kami kesempatan
untuk mengubah kehidupan.

Sonora Network

Our Services

Sonora Education And Talent Management

Sonora Education And Talent Management

Empowering Talent Development & Soft Skills Training.
Research Solution

Research Solution

Your Research Solution for Comprehensive Coverage, Reliable Sources, and Diverse Perspectives
Management Services

Management Services

Empowering Talent Development & Soft Skills Training.
Event Management

Event Management

Step into Syandana, we deliver exceptional tailored event solutions

We'll reach out to you to talk about what we can do to keep leading, together.

Let’s Collaborate!

Our Satisfied Partners

Kementrian Pajak
Kementrian PUPR
Kementerian Dinas Perhubungan
Kementrian Kominfo
Kementrian Agama
Kementrian Hukum dan HAM
Telkomsek
ASDP
Nuvo Family
Pertamina
Bear Brand
Sarirasa Group
Gopek House
Counterpain
PLN
Kementrian Pelni
Ayaxx
Wincos