Bukan Tiup Lilin, Basuki Ajak Rayakan Ulang Tahun dengan Menanam Pohon di IKN
02 Agustus 2026 15:57 WIB
Yudi Samadi
Photo: Kepala Badan Otorita IKN, Basuki Hadimulyono saat memberi sambutan dalam Kick Off Mangrofest 2026
IBU KOTA NUSANTARA (IKN), Sonora.co.id – Kepala Badan Otorita Ibu Kota
Nusantara (OIKN), Basuki Hadimuljono, menegaskan komitmen IKN sebagai
kota hutan (forest city) yang dibangun selaras dengan alam. Komitmen
tersebut ditunjukkan melalui gerakan penanaman pohon secara berkelanjutan,
rehabilitasi mangrove, hingga pelibatan masyarakat dalam menjaga ekosistem
pesisir.
Hal itu disampaikan Basuki saat membuka Kickoff Mangrofest 2026 di Plaza Seremoni, Kompleks Ibu Kota Nusantara (IKN), Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Sabtu (1/8/2026).
Sebelumnya, Basuki bersama komunitas motor listrik, peserta Mangrofest, dan awak media mengikuti Mangrove Harmony Ride, berkeliling kawasan IKN sebagai kampanye penggunaan energi ramah lingkungan sekaligus mengajak masyarakat semakin peduli terhadap pelestarian ekosistem mangrove.
Dalam sambutannya, mantan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) itu menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan Program Mangrove for Coastal Resilience (M4CR) yang dinilainya sejalan dengan visi pembangunan IKN sebagai kota yang mengutamakan keberlanjutan lingkungan.
"Indonesia adalah negara kepulauan. Karena itu mangrove memiliki peran yang sangat penting. Selain melindungi pantai dari abrasi dan membantu meredam energi gelombang, termasuk tsunami, mangrove juga mampu menyerap karbon sekitar lima kali lebih besar dibandingkan vegetasi pada umumnya," kata Basuki.
Menurutnya, dipilihnya IKN sebagai lokasi pembukaan Mangrofest 2026 menjadi simbol bahwa pembangunan ibu kota baru tidak hanya berfokus pada infrastruktur, tetapi juga pada pemulihan ekosistem daratan dan pesisir.
Basuki mengungkapkan, OIKN telah memulai penanaman mangrove dengan menggunakan bibit yang dibeli dari petani lokal. Langkah tersebut tidak hanya memperkuat perlindungan kawasan pesisir, tetapi juga membuka peluang pemberdayaan ekonomi masyarakat.
"Kita ingin pantai terlindungi secara alami sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat melalui penyediaan bibit mangrove," ujarnya. Tak hanya di kawasan pesisir, penghijauan daratan juga terus digenjot. Basuki menyebut hingga saat ini lebih dari lima juta pohon telah ditanam di kawasan IKN.
Ia optimistis, dalam kurun waktu sekitar sepuluh tahun, kawasan IKN akan berkembang menjadi hutan tropis yang mampu menghadirkan kembali keanekaragaman hayati. "Konsep IKN adalah forest city. Sepuluh tahun lagi kawasan ini akan benar-benar menjadi hutan," katanya.
Untuk mewujudkan target tersebut, OIKN membangun budaya menanam pohon sebagai bagian dari aktivitas sehari-hari. Penanaman dilakukan secara rutin setiap dua minggu dengan melibatkan sekitar 1.100 aparatur sipil negara (ASN), masyarakat, hingga tamu-tamu yang berkunjung ke IKN.
Bahkan, menurut Basuki, setiap perayaan ulang tahun maupun promosi jabatan di lingkungan OIKN kini tidak lagi dilakukan dengan meniup lilin, melainkan dengan menanam pohon.
"Kalau setiap dua minggu sedikitnya 700 pohon ditanam oleh ASN, ditambah para menteri, duta besar, politisi, dan tamu negara yang datang, jumlah pohon yang tumbuh akan terus bertambah," jelasnya.
Basuki juga memperkenalkan Nursery Mentawir, persemaian pertama yang dibangun di IKN dengan kapasitas produksi mencapai 15 juta bibit. Menurutnya, pembangunan persemaian tersebut bahkan didahulukan sebelum pembangunan Istana Negara sebagai bukti bahwa aspek lingkungan menjadi prioritas utama pembangunan Nusantara.
Selain memenuhi kebutuhan penghijauan IKN, masyarakat juga dapat memperoleh hingga lima bibit pohon secara gratis di Nursery Mentawir hanya dengan menunjukkan kartu tanda penduduk (KTP).
Lebih jauh, Basuki menjelaskan pembangunan kawasan hijau di IKN tidak sekadar mengusung konsep reforestasi, melainkan rewilding, yakni mengembalikan fungsi alami ekosistem agar flora dan fauna dapat hidup kembali secara alami.
"Kita tidak hanya menanam pohon, tetapi mengembalikan alam menjadi habitat yang sesungguhnya. Ketika alam kembali hidup, burung-burung seperti kutilang dan berbagai satwa lainnya akan datang dengan sendirinya," tuturnya.
Di sisi lain, rehabilitasi kawasan pesisir terus diperkuat melalui Program M4CR yang berlangsung di sekitar IKN. Basuki berharap sinergi penghijauan daratan dan rehabilitasi mangrove mampu menjadikan Nusantara sebagai model pembangunan hijau yang dapat ditiru daerah lain di Indonesia.
"Kita jaga alam, maka alam akan menjaga kita. Itulah semangat yang ingin kita bangun di IKN, baik melalui penanaman pohon maupun rehabilitasi mangrove," pungkasnya.
Hal itu disampaikan Basuki saat membuka Kickoff Mangrofest 2026 di Plaza Seremoni, Kompleks Ibu Kota Nusantara (IKN), Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Sabtu (1/8/2026).
Sebelumnya, Basuki bersama komunitas motor listrik, peserta Mangrofest, dan awak media mengikuti Mangrove Harmony Ride, berkeliling kawasan IKN sebagai kampanye penggunaan energi ramah lingkungan sekaligus mengajak masyarakat semakin peduli terhadap pelestarian ekosistem mangrove.
Dalam sambutannya, mantan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) itu menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan Program Mangrove for Coastal Resilience (M4CR) yang dinilainya sejalan dengan visi pembangunan IKN sebagai kota yang mengutamakan keberlanjutan lingkungan.
"Indonesia adalah negara kepulauan. Karena itu mangrove memiliki peran yang sangat penting. Selain melindungi pantai dari abrasi dan membantu meredam energi gelombang, termasuk tsunami, mangrove juga mampu menyerap karbon sekitar lima kali lebih besar dibandingkan vegetasi pada umumnya," kata Basuki.
Menurutnya, dipilihnya IKN sebagai lokasi pembukaan Mangrofest 2026 menjadi simbol bahwa pembangunan ibu kota baru tidak hanya berfokus pada infrastruktur, tetapi juga pada pemulihan ekosistem daratan dan pesisir.
Basuki mengungkapkan, OIKN telah memulai penanaman mangrove dengan menggunakan bibit yang dibeli dari petani lokal. Langkah tersebut tidak hanya memperkuat perlindungan kawasan pesisir, tetapi juga membuka peluang pemberdayaan ekonomi masyarakat.
"Kita ingin pantai terlindungi secara alami sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat melalui penyediaan bibit mangrove," ujarnya. Tak hanya di kawasan pesisir, penghijauan daratan juga terus digenjot. Basuki menyebut hingga saat ini lebih dari lima juta pohon telah ditanam di kawasan IKN.
Ia optimistis, dalam kurun waktu sekitar sepuluh tahun, kawasan IKN akan berkembang menjadi hutan tropis yang mampu menghadirkan kembali keanekaragaman hayati. "Konsep IKN adalah forest city. Sepuluh tahun lagi kawasan ini akan benar-benar menjadi hutan," katanya.
Untuk mewujudkan target tersebut, OIKN membangun budaya menanam pohon sebagai bagian dari aktivitas sehari-hari. Penanaman dilakukan secara rutin setiap dua minggu dengan melibatkan sekitar 1.100 aparatur sipil negara (ASN), masyarakat, hingga tamu-tamu yang berkunjung ke IKN.
Bahkan, menurut Basuki, setiap perayaan ulang tahun maupun promosi jabatan di lingkungan OIKN kini tidak lagi dilakukan dengan meniup lilin, melainkan dengan menanam pohon.
"Kalau setiap dua minggu sedikitnya 700 pohon ditanam oleh ASN, ditambah para menteri, duta besar, politisi, dan tamu negara yang datang, jumlah pohon yang tumbuh akan terus bertambah," jelasnya.
Basuki juga memperkenalkan Nursery Mentawir, persemaian pertama yang dibangun di IKN dengan kapasitas produksi mencapai 15 juta bibit. Menurutnya, pembangunan persemaian tersebut bahkan didahulukan sebelum pembangunan Istana Negara sebagai bukti bahwa aspek lingkungan menjadi prioritas utama pembangunan Nusantara.
Selain memenuhi kebutuhan penghijauan IKN, masyarakat juga dapat memperoleh hingga lima bibit pohon secara gratis di Nursery Mentawir hanya dengan menunjukkan kartu tanda penduduk (KTP).
Lebih jauh, Basuki menjelaskan pembangunan kawasan hijau di IKN tidak sekadar mengusung konsep reforestasi, melainkan rewilding, yakni mengembalikan fungsi alami ekosistem agar flora dan fauna dapat hidup kembali secara alami.
"Kita tidak hanya menanam pohon, tetapi mengembalikan alam menjadi habitat yang sesungguhnya. Ketika alam kembali hidup, burung-burung seperti kutilang dan berbagai satwa lainnya akan datang dengan sendirinya," tuturnya.
Di sisi lain, rehabilitasi kawasan pesisir terus diperkuat melalui Program M4CR yang berlangsung di sekitar IKN. Basuki berharap sinergi penghijauan daratan dan rehabilitasi mangrove mampu menjadikan Nusantara sebagai model pembangunan hijau yang dapat ditiru daerah lain di Indonesia.
"Kita jaga alam, maka alam akan menjaga kita. Itulah semangat yang ingin kita bangun di IKN, baik melalui penanaman pohon maupun rehabilitasi mangrove," pungkasnya.
News
View MoreOur Services
Sonora Education And Talent Management
Empowering Talent Development & Soft Skills Training.
Research Solution
Your Research Solution for Comprehensive Coverage, Reliable Sources, and Diverse Perspectives