Agus Widodo: Transformasi Jadi Kunci Daya Saing Perbankan
30 Juni 2026 18:58 WIB
Riko Marbun
Photo: win/Istimewa
Jakarta, Sonora.co.id - Transformasi bisnis dan digitalisasi menjadi kunci bagi industri perbankan untuk menjaga daya saing di tengah meningkatnya tekanan biaya dana (*cost of fund*) dan perubahan lanskap industri keuangan yang semakin dinamis.
Direktur Utama Agus H. Widodo mengatakan perbankan saat ini menghadapi tantangan yang berbeda dibanding beberapa tahun lalu. Selain ketidakpastian ekonomi global, industri juga mulai menghadapi kenaikan biaya penghimpunan dana yang berpotensi menekan kinerja perusahaan.
Menurut Agus, kondisi tersebut menuntut perbankan untuk lebih selektif dalam mengembangkan bisnis dengan mengedepankan kualitas aset dan keberlanjutan pertumbuhan, bukan sekadar mengejar ekspansi secara agresif.
"Kita enggak kejar-kejaran nyari pertumbuhan besar, tetapi yang kita kejar adalah pertumbuhan yang sehat dan berkualitas," ujar Agus dalam diskusi Shaping the Next Era of Indonesia's Capital Market pada Investor Day 2026 di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (30/6/2026).
Agus mengungkapkan bunga deposito dalam lelang dana sempat menyentuh level 11,5 persen. Menurut dia, kondisi tersebut menjadi sinyal meningkatnya biaya dana yang harus diantisipasi oleh seluruh pelaku industri perbankan.
"Ini sudah warning bagi perbankan. Artinya cost of fund perbankan ini akan naik sangat signifikan ke depan," katanya.
Meski demikian, Agus menilai fundamental industri perbankan nasional masih berada dalam kondisi yang kuat. Hal itu tercermin dari pertumbuhan kredit yang tetap positif, tingkat permodalan yang terjaga, likuiditas yang memadai, serta rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) yang masih terkendali.
"Persoalannya sebenarnya bukan di fundamentalnya, tetapi medan permainannya berubah," ujarnya.
Menurut Agus, dalam beberapa tahun terakhir sektor keuangan menghadapi berbagai dinamika yang sulit diprediksi, mulai dari pandemi, konflik geopolitik global, hingga perubahan kebijakan perdagangan internasional yang memengaruhi pasar keuangan.
Untuk menjawab tantangan tersebut, transformasi menjadi langkah yang tidak bisa ditunda. Perubahan dilakukan melalui penguatan model bisnis, digitalisasi layanan, peningkatan manajemen risiko, hingga pembentukan budaya kerja yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman.
Ia juga menyoroti perubahan perilaku nasabah yang kini tidak lagi hanya mempertimbangkan produk yang ditawarkan bank. Kemudahan akses, kecepatan layanan, keamanan transaksi, serta ekosistem layanan yang terintegrasi menjadi faktor utama dalam menentukan pilihan masyarakat.
"Orang itu sudah enggak melihat bank itu dari produknya, tapi dari seberapa mudah, murah, cepat, aman layanan atau bahkan ekosistem yang ditawarkan oleh bank itu sendiri," kata Agus.
Karena itu, industri perbankan perlu terus memperkuat inovasi dan transformasi agar mampu menjawab kebutuhan nasabah sekaligus menjaga pertumbuhan yang berkelanjutan di tengah perubahan kondisi ekonomi dan persaingan yang semakin ketat.
Dengan strategi pertumbuhan yang lebih selektif dan transformasi yang berkesinambungan, Agus optimistis industri perbankan nasional dapat mempertahankan kinerja yang sehat sekaligus meningkatkan daya saing di masa depan.
News
View MoreOur Services
Sonora Education And Talent Management
Empowering Talent Development & Soft Skills Training.
Research Solution
Your Research Solution for Comprehensive Coverage, Reliable Sources, and Diverse Perspectives