HUT Ke-67 Yayasan Tarumanagara Perkuat Keberlanjutan, Kepedulian Sosial, dan Pengembangan Pendidikan
19 Juni 2026 07:00 WIB
Riko Marbun
Photo: Yayasan Tarumanagara
Jakarta, Sonora.co.id - Perjalanan 67 tahun Yayasan Tarumanagara menjadi bukti bahwa keberlanjutan organisasi tidak hanya dibangun melalui pengelolaan institusi yang baik, tetapi juga melalui regenerasi kepemimpinan, tata kelola yang profesional, serta kepedulian sosial yang konsisten kepada masyarakat. Komitmen tersebut kembali ditegaskan dalam perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-67 Yayasan Tarumanagara yang berlangsung di Auditorium Lantai 8 Rumah Sakit Royal Taruma, Jakarta Barat, Kamis (18/6/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Ketua Dewan Pembina Yayasan Tarumanagara, Drs. Indra Gunawan Masman, M.B.A., mengapresiasi para pendiri dan seluruh pemimpin yayasan terdahulu yang telah meletakkan fondasi kuat bagi perkembangan Universitas Tarumanagara (Untar) hingga menjadi salah satu perguruan tinggi swasta terkemuka di Indonesia.
Menurut Indra, keberhasilan Untar tidak terlepas dari pembagian tugas yang jelas antara yayasan dan universitas. Yayasan berfokus pada pengelolaan sumber daya, keuangan, serta pengembangan sarana dan prasarana, sementara universitas menjalankan fungsi akademik melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
“Para pendahulu telah membangun sistem yang kuat dengan pembagian peran yang jelas. Yayasan mengelola sumber daya dan memastikan keberlanjutan organisasi, sementara universitas fokus menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Tata kelola seperti inilah yang membuat organisasi mampu bertahan dan terus berkembang hingga hari ini,” ujar Indra.
Ia menilai keberlanjutan sebuah organisasi hanya dapat dicapai apabila kepemimpinan berjalan secara sistematis dan tidak bergantung pada figur tertentu. Karena itu, regenerasi kepemimpinan harus terus dilakukan dengan memberikan ruang kepada generasi muda yang memiliki kompetensi dan integritas.
“Jangan hanya melihat senioritas. Organisasi yang sehat adalah organisasi yang berani memberi kesempatan kepada kader-kader muda yang memiliki kemampuan dan potensi. Keberlanjutan lahir dari sistem yang hidup dan regenerasi yang berjalan baik,” katanya.
Indra juga mengingatkan pentingnya menjaga nilai-nilai yang diwariskan para pendiri yayasan, terutama semangat pengabdian kepada masyarakat dan komitmen untuk terus memperbaiki organisasi dari waktu ke waktu.
“Yang harus dijaga bukan hanya apa yang sudah kuat, tetapi juga bagaimana kita mampu mengenali dan memperbaiki titik-titik lemah organisasi. Dengan begitu, Yayasan Tarumanagara akan terus relevan dan mampu memberi manfaat bagi masyarakat dalam jangka panjang,” tuturnya.
Sementara itu, Ketua Pengurus Yayasan Tarumanagara, Prof. Dr. Ariawan Gunadi, S.H., M.H., mengatakan peringatan HUT ke-67 menjadi momentum untuk memperkuat kontribusi sosial yayasan di tengah berbagai tantangan global dan ekonomi yang masih dirasakan sebagian masyarakat.
Menurut Ariawan, Yayasan Tarumanagara terus memperluas berbagai program kemanusiaan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, mulai dari bantuan pendidikan, layanan kesehatan, donor darah, kerja sama dengan panti asuhan dan panti jompo, hingga berbagai kegiatan sosial lainnya.
“Di usia ke-67 tahun, kami ingin lebih banyak hadir di tengah masyarakat. Kondisi ekonomi dan geopolitik global saat ini membuat masih banyak masyarakat yang membutuhkan bantuan. Karena itu, fungsi sosial yayasan harus terus dijalankan secara nyata dan berkelanjutan,” ujar Ariawan.
Ia menegaskan bahwa kegiatan sosial bukan hanya dilakukan pada momen ulang tahun, melainkan menjadi bagian dari komitmen yang dijalankan setiap hari.
“Harapannya, apa yang kami lakukan bukan hanya saat perayaan ulang tahun, tetapi menjadi aktivitas yang terus berjalan dari waktu ke waktu. Kami ingin manfaat yayasan benar-benar dirasakan oleh masyarakat,” katanya.
Ariawan mengungkapkan bahwa setiap tahun yayasan mengalokasikan dana dalam jumlah besar untuk mendukung berbagai program sosial, terutama beasiswa bagi mahasiswa dan masyarakat yang membutuhkan.
“Untuk beasiswa saja nilainya mencapai miliaran rupiah setiap tahun. Itu belum termasuk bantuan di bidang kesehatan, bantuan kemanusiaan saat terjadi bencana, bantuan kepada panti asuhan, panti jompo, rumah ibadah, maupun berbagai kegiatan sosial lainnya,” ungkapnya.
Selain memperkuat fungsi sosial, Yayasan Tarumanagara juga terus melakukan pengembangan institusi secara berkelanjutan. Dalam hampir lima tahun terakhir, sekitar 120 proyek pembangunan dan pengembangan berhasil diselesaikan, mencakup fasilitas pendidikan, ruang komunal, infrastruktur kampus, serta peningkatan berbagai sarana pendukung pembelajaran.
“Banyak proyek yang telah kami tuntaskan dalam beberapa tahun terakhir, mulai dari ruang-ruang pembelajaran, fasilitas publik, hingga pengembangan kampus. Semua ini dilakukan untuk mendukung kualitas pendidikan dan kenyamanan civitas akademika,” jelas Ariawan.
Salah satu proyek strategis yang saat ini tengah dipersiapkan adalah pengembangan Kampus 4 Untar di lahan seluas sekitar 138,5 hektare. Yayasan menargetkan penyelesaian master plan pada Oktober 2026 dan peletakan batu pertama pembangunan pada tahun 2027.
“Kami sedang menyelesaikan desain master plan Kampus 4. Mudah-mudahan pada 2027 kita bisa bersama-sama melakukan peletakan batu pertama pembangunan kampus baru yang akan menjadi salah satu tonggak penting perkembangan Untar di masa depan,” katanya.
Menurut Ariawan, seluruh program pembangunan tersebut bermuara pada satu tujuan utama, yakni menjaga keberlanjutan Yayasan Tarumanagara agar terus memberikan manfaat bagi masyarakat luas.
“Yang paling penting adalah keberlanjutan. Saya berharap Yayasan Tarumanagara terus hadir, terus berkarya, dan terus memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat puluhan tahun ke depan,” tegasnya.
Pada kesempatan yang sama, Rektor Universitas Tarumanagara, Prof. Dr. Amad Sudiro, S.H., M.H., M.Kn., M.M., menyampaikan apresiasi atas dukungan yayasan yang selama ini menjadi motor penggerak berbagai pengembangan di lingkungan universitas.
Menurut Amad, berbagai inovasi dan pembangunan yang dilakukan yayasan telah memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas sarana dan prasarana pembelajaran serta penguatan posisi Untar sebagai institusi pendidikan tinggi yang terus berkembang.
“Yayasan Tarumanagara terus menunjukkan komitmen yang luar biasa dalam mendukung kemajuan universitas. Berbagai pengembangan sarana dan prasarana yang dilakukan sangat dirasakan manfaatnya oleh seluruh civitas akademika,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa sinergi antara yayasan dan universitas memungkinkan Untar terus meningkatkan mutu pendidikan sekaligus memperluas kontribusi kepada masyarakat melalui berbagai program pengabdian.
“Apa yang dilakukan Yayasan Tarumanagara saat ini sudah berada di jalur yang tepat. Dampaknya tidak hanya dirasakan oleh kampus, tetapi juga oleh masyarakat melalui berbagai kegiatan pendidikan, kesehatan, dan pengabdian yang kami jalankan bersama,” kata Amad.
Memasuki usia ke-67 tahun, Yayasan Tarumanagara menegaskan komitmennya untuk terus menjaga keberlanjutan organisasi, memperkuat tata kelola yang profesional, memperluas kontribusi sosial, serta mengembangkan pendidikan dan sumber daya manusia sebagai bagian dari kontribusi nyata bagi kemajuan bangsa. Dengan semangat kolaborasi dan regenerasi, yayasan optimistis dapat terus melanjutkan warisan para pendiri sekaligus menjawab berbagai tantangan masa depan.
News
View MoreOur Services
Sonora Education And Talent Management
Empowering Talent Development & Soft Skills Training.
Research Solution
Your Research Solution for Comprehensive Coverage, Reliable Sources, and Diverse Perspectives