Menganyam Budaya, Menguatkan Identitas: Wastra Sashiko by Srengenge dengan Rasa Indonesia
01 Juni 2026 06:31 WIB
Yudi Samadi
Photo: Aktivitas Workshop Wastra Sashiko Komunitas Srengenge yang diinisiasi oleh Retno Suminar di Cibinong, Bogor (foto: Instagram @sashiko_indonesia_by_srengenge)
Sonora.id, Bogor – Di tengah maraknya tren kerajinan tangan modern, teknik sashiko menjadi salah satu yang cukup digemari. Namun, tanpa disadari, tren tersebut lebih banyak mengadopsi gaya Jepang secara utuh, mulai dari motif hingga bahan baku.
Melihat kondisi ini, Retno Suminar berinisiatif melakukan pendekatan berbeda: mengawinkan teknik sashiko dengan kekayaan budaya Indonesia.
Teknik sashiko sendiri dikenal sebagai metode sulam tradisional dari Jepang. Namun di tangan Retno, teknik ini diolah kembali dengan sentuhan lokal melalui penggunaan kain wastra Indonesia, seperti lurik, tenun, hingga batik.
“Ini bukan soal meniru budaya lain, tapi bagaimana kita bisa berdialog dengan budaya tersebut, lalu melahirkan identitas baru yang tetap berakar pada Indonesia,” jelasnya.
Dalam pelatihan yang ia selenggarakan, para peserta diajak mengeksplorasi motif-motif yang terinspirasi dari berbagai daerah, seperti Aceh, Riau, Jawa Tengah, hingga Papua. Tidak hanya itu, benang dan kain yang digunakan juga diupayakan berasal dari dalam negeri.
Antusiasme para peserta pelatihan yang mayoritas adalah para perempuan mendorong Retno untuk membentuk komunitas Srengenge. Dari rumahnya di Cibinong, Bogor, komunitas ini kemudain berkembang menjadi ruang pembelajaran kreatif sekaligus upaya pemberdayaan perempuan yang memberikan dampak ekonomi bagi kesejahteraan.
“Mereka yang sebagian besar ibu rumah tangga kini memiliki kegiatan produktif untuk membantu ekonomi keluarga” jelas Retno.
Nama ‘Srengenge’ yang berarti matahari (diambil dari bahasa Jawa) menyiratkan semangat menyinari, memberi energi dan bisa menjadi mata pencaharian bagi anggotanya. Berkat ketekunan Retno, hasil kreatifitas komunitas Srengenge diakui kualitasnya oleh pasar fashion tanah air. Karya teknik Sashiko ini bahkan ikut mewarnai banyak pameran dan pagelaran busana berkolaborasi dengan perancang busana terkenal, seperti Samuel Wattimena, Handy Hartono, Merdi Sihombing hingga Jenama ‘Tanda Mata’ dan ‘Taqqia’. Keindahan karya-karya tersebut dapat dilihat melalui akun instagram @sashiko_indonesia_by_srengenge.
Langkah Retno bersama komunitas Srengenge sebagai artisan sulam yang memadupadankan kekayaan wastra nusantara dengan teknik Sashiko ini sekaligus menjadi upaya membangun kesadaran bahwa Indonesia memiliki potensi besar dalam industri tekstil kreatif. Bahkan wastra Sahiko Srengene ini juga telah dipercaya sebagai pemegang mandat Penciptaan Karya Kreatif Inovatif dari Kementerian Kebudayaa Republik Indonesia.
Retno menambahkan, pendekatan ini penting agar generasi mendatang tidak kehilangan kedekatan dengan wastra nusantara. Banyak karya kreatif wastra Sashiko by Srengenge ini yang cocok dikenakan anak-anak muda dengan gaya trendy dan kekinian.
“Kalau bukan kita yang mulai, siapa lagi? Kalau bukan sekarang, kapan lagi?” tegasnya. Wastra sashiko sebagai hasil karya kreatif anak bangsa harus bisa menjadi tuan rumah di negeri sendiri dan dikenal luas ke mancanegara demi memperkuat identitas Indonesia. (YDS)
Melihat kondisi ini, Retno Suminar berinisiatif melakukan pendekatan berbeda: mengawinkan teknik sashiko dengan kekayaan budaya Indonesia.
Teknik sashiko sendiri dikenal sebagai metode sulam tradisional dari Jepang. Namun di tangan Retno, teknik ini diolah kembali dengan sentuhan lokal melalui penggunaan kain wastra Indonesia, seperti lurik, tenun, hingga batik.
“Ini bukan soal meniru budaya lain, tapi bagaimana kita bisa berdialog dengan budaya tersebut, lalu melahirkan identitas baru yang tetap berakar pada Indonesia,” jelasnya.
Dalam pelatihan yang ia selenggarakan, para peserta diajak mengeksplorasi motif-motif yang terinspirasi dari berbagai daerah, seperti Aceh, Riau, Jawa Tengah, hingga Papua. Tidak hanya itu, benang dan kain yang digunakan juga diupayakan berasal dari dalam negeri.
Antusiasme para peserta pelatihan yang mayoritas adalah para perempuan mendorong Retno untuk membentuk komunitas Srengenge. Dari rumahnya di Cibinong, Bogor, komunitas ini kemudain berkembang menjadi ruang pembelajaran kreatif sekaligus upaya pemberdayaan perempuan yang memberikan dampak ekonomi bagi kesejahteraan.
“Mereka yang sebagian besar ibu rumah tangga kini memiliki kegiatan produktif untuk membantu ekonomi keluarga” jelas Retno.
Nama ‘Srengenge’ yang berarti matahari (diambil dari bahasa Jawa) menyiratkan semangat menyinari, memberi energi dan bisa menjadi mata pencaharian bagi anggotanya. Berkat ketekunan Retno, hasil kreatifitas komunitas Srengenge diakui kualitasnya oleh pasar fashion tanah air. Karya teknik Sashiko ini bahkan ikut mewarnai banyak pameran dan pagelaran busana berkolaborasi dengan perancang busana terkenal, seperti Samuel Wattimena, Handy Hartono, Merdi Sihombing hingga Jenama ‘Tanda Mata’ dan ‘Taqqia’. Keindahan karya-karya tersebut dapat dilihat melalui akun instagram @sashiko_indonesia_by_srengenge.
Langkah Retno bersama komunitas Srengenge sebagai artisan sulam yang memadupadankan kekayaan wastra nusantara dengan teknik Sashiko ini sekaligus menjadi upaya membangun kesadaran bahwa Indonesia memiliki potensi besar dalam industri tekstil kreatif. Bahkan wastra Sahiko Srengene ini juga telah dipercaya sebagai pemegang mandat Penciptaan Karya Kreatif Inovatif dari Kementerian Kebudayaa Republik Indonesia.
Retno menambahkan, pendekatan ini penting agar generasi mendatang tidak kehilangan kedekatan dengan wastra nusantara. Banyak karya kreatif wastra Sashiko by Srengenge ini yang cocok dikenakan anak-anak muda dengan gaya trendy dan kekinian.
“Kalau bukan kita yang mulai, siapa lagi? Kalau bukan sekarang, kapan lagi?” tegasnya. Wastra sashiko sebagai hasil karya kreatif anak bangsa harus bisa menjadi tuan rumah di negeri sendiri dan dikenal luas ke mancanegara demi memperkuat identitas Indonesia. (YDS)
News
View MoreOur Services
Sonora Education And Talent Management
Empowering Talent Development & Soft Skills Training.
Research Solution
Your Research Solution for Comprehensive Coverage, Reliable Sources, and Diverse Perspectives