Pramono Anung Terpilih Jadi Wakil Ketua C40
24 Mei 2026 14:25 WIB
Lia Muspiroh
Photo: Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung. Sumber: Lia Muspiroh
Sonora.co.id, Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, terpilih sebagai Wakil Ketua Steering Committee C40 Cities. Menurut Pramono penunjukan ini menegaskan peran strategis Jakarta sebagai salah satu pemimpin aksi iklim di kawasan Asia Timur, Asia Tenggara, dan Oseania (ESEAO), sekaligus menjadi contoh bagi kota-kota megapolitan yang berkembang pesat.
“Melalui peran sebagai Vice Chair Steering Committee C40, Jakarta terus memperkuat posisinya sebagai kota global dengan mendorong kepemimpinan kolektif menuju pencapaian net zero emission, sekaligus menghadirkan manfaat nyata yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat,” jelas Pramono pada Kamis (21/05/2026).
Sementara itu, Kepala Biro Kerja Sama Daerah Setda Provinsi DKI Jakarta, Marulina Dewi menyebut penunjukan Gubernur Pramono sebagai Wakil Ketua Steering Committee C40 Cities mencerminkan semakin kuatnya posisi Jakarta dalam kerja sama internasional dan diplomasi antarkota di tingkat global.
“Kepercayaan yang diberikan kepada Gubernur Pramono Anung sebagai Vice Chair Steering Committee C40 Cities mencerminkan pengakuan dunia terhadap peran Jakarta sebagai kota yang aktif mendorong solusi iklim, pembangunan berkelanjutan, dan diplomasi kota,” ujar Dewi di Jakarta.
Menurut Dewi, Pramono akan mewakili suara kawasan ESEAO di tingkat global. Ia akan berkolaborasi dengan gubernur dan wali kota dari berbagai kota dunia untuk mempercepat aksi iklim yang inklusif serta membangun kota yang berkelanjutan, tangguh, dan berkeadilan.
“Momentum ini sekaligus memperkuat posisi Jakarta sebagai mitra penting dalam jejaring kota global untuk membangun masa depan perkotaan yang lebih tangguh, inklusif, dan berkeadilan,” ungkapnya.
C40 Cities merupakan jaringan global beranggotakan hampir 100 kota besar dunia yang berkomitmen mengatasi krisis iklim. Jaringan ini berfokus pada kolaborasi antarkota melalui pertukaran pengetahuan, penguatan inovasi kebijakan, serta percepatan implementasi solusi iklim yang berdampak nyata.
Kota-kota anggota C40 mewakili lebih dari 700 juta penduduk dunia dan sekitar seperempat perekonomian global. Hal itu menjadikan C40 sebagai salah satu platform paling berpengaruh dalam mendorong aksi iklim perkotaan. Di bawah kepemimpinan Pramono Anung, Kata Dewi, Jakarta terus bergerak menuju kota yang lebih berkelanjutan dan tangguh. Langkah tersebut dilakukan dengan menyeimbangkan kebutuhan ekonomi metropolitan dengan upaya nyata menghadapi tantangan lingkungan.
Dewi merinci sejumlah inisiatif utama yang tengah didorong antara lain:
- Mobilitas hijau terintegrasi: Transformasi sistem transportasi perkotaan melalui percepatan elektrifikasi armada TransJakarta dan penguatan integrasi jaringan transportasi rel untuk menekan emisi serta mengurangi kemacetan.
- Adaptasi iklim dan ketahanan banjir: Penguatan perlindungan wilayah pesisir dan revitalisasi sistem pengelolaan air perkotaan guna melindungi masyarakat dari kenaikan muka air laut serta cuaca ekstrem.
- Transisi energi berkeadilan: Peningkatan pemanfaatan energi terbarukan pada infrastruktur publik dan pengembangan ekonomi hijau yang membuka lapangan kerja berkelanjutan bagi warga Jakarta.
Selain itu, peran baru Jakarta dalam Steering Committee C40 juga dinilai membawa sejumlah manfaat strategis bagi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Pertama, memperkuat posisi Jakarta dalam diplomasi kota global, sekaligus membuka akses lebih luas terhadap praktik terbaik, dukungan teknis, dan peluang pendanaan internasional untuk mempercepat implementasi program iklim di tingkat lokal.
Kedua, meningkatkan daya tarik investasi hijau. Dengan visibilitas global yang semakin besar, Jakarta berpeluang menarik lebih banyak mitra pembangunan dan investor di sektor transportasi berkelanjutan, energi terbarukan, serta infrastruktur ketahanan iklim.
Ketiga, keterlibatan langsung dalam Steering Committee memungkinkan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta ikut membentuk agenda dan standar global, sekaligus memastikan perspektif kota-kota berkembang—termasuk tantangan urbanisasi cepat dan kebutuhan inklusivitas—terakomodasi dalam kebijakan iklim internasional.
“Melalui peran sebagai Vice Chair Steering Committee C40, Jakarta terus memperkuat posisinya sebagai kota global dengan mendorong kepemimpinan kolektif menuju pencapaian net zero emission, sekaligus menghadirkan manfaat nyata yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat,” jelas Pramono pada Kamis (21/05/2026).
Sementara itu, Kepala Biro Kerja Sama Daerah Setda Provinsi DKI Jakarta, Marulina Dewi menyebut penunjukan Gubernur Pramono sebagai Wakil Ketua Steering Committee C40 Cities mencerminkan semakin kuatnya posisi Jakarta dalam kerja sama internasional dan diplomasi antarkota di tingkat global.
“Kepercayaan yang diberikan kepada Gubernur Pramono Anung sebagai Vice Chair Steering Committee C40 Cities mencerminkan pengakuan dunia terhadap peran Jakarta sebagai kota yang aktif mendorong solusi iklim, pembangunan berkelanjutan, dan diplomasi kota,” ujar Dewi di Jakarta.
Menurut Dewi, Pramono akan mewakili suara kawasan ESEAO di tingkat global. Ia akan berkolaborasi dengan gubernur dan wali kota dari berbagai kota dunia untuk mempercepat aksi iklim yang inklusif serta membangun kota yang berkelanjutan, tangguh, dan berkeadilan.
“Momentum ini sekaligus memperkuat posisi Jakarta sebagai mitra penting dalam jejaring kota global untuk membangun masa depan perkotaan yang lebih tangguh, inklusif, dan berkeadilan,” ungkapnya.
C40 Cities merupakan jaringan global beranggotakan hampir 100 kota besar dunia yang berkomitmen mengatasi krisis iklim. Jaringan ini berfokus pada kolaborasi antarkota melalui pertukaran pengetahuan, penguatan inovasi kebijakan, serta percepatan implementasi solusi iklim yang berdampak nyata.
Kota-kota anggota C40 mewakili lebih dari 700 juta penduduk dunia dan sekitar seperempat perekonomian global. Hal itu menjadikan C40 sebagai salah satu platform paling berpengaruh dalam mendorong aksi iklim perkotaan. Di bawah kepemimpinan Pramono Anung, Kata Dewi, Jakarta terus bergerak menuju kota yang lebih berkelanjutan dan tangguh. Langkah tersebut dilakukan dengan menyeimbangkan kebutuhan ekonomi metropolitan dengan upaya nyata menghadapi tantangan lingkungan.
Dewi merinci sejumlah inisiatif utama yang tengah didorong antara lain:
- Mobilitas hijau terintegrasi: Transformasi sistem transportasi perkotaan melalui percepatan elektrifikasi armada TransJakarta dan penguatan integrasi jaringan transportasi rel untuk menekan emisi serta mengurangi kemacetan.
- Adaptasi iklim dan ketahanan banjir: Penguatan perlindungan wilayah pesisir dan revitalisasi sistem pengelolaan air perkotaan guna melindungi masyarakat dari kenaikan muka air laut serta cuaca ekstrem.
- Transisi energi berkeadilan: Peningkatan pemanfaatan energi terbarukan pada infrastruktur publik dan pengembangan ekonomi hijau yang membuka lapangan kerja berkelanjutan bagi warga Jakarta.
Selain itu, peran baru Jakarta dalam Steering Committee C40 juga dinilai membawa sejumlah manfaat strategis bagi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Pertama, memperkuat posisi Jakarta dalam diplomasi kota global, sekaligus membuka akses lebih luas terhadap praktik terbaik, dukungan teknis, dan peluang pendanaan internasional untuk mempercepat implementasi program iklim di tingkat lokal.
Kedua, meningkatkan daya tarik investasi hijau. Dengan visibilitas global yang semakin besar, Jakarta berpeluang menarik lebih banyak mitra pembangunan dan investor di sektor transportasi berkelanjutan, energi terbarukan, serta infrastruktur ketahanan iklim.
Ketiga, keterlibatan langsung dalam Steering Committee memungkinkan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta ikut membentuk agenda dan standar global, sekaligus memastikan perspektif kota-kota berkembang—termasuk tantangan urbanisasi cepat dan kebutuhan inklusivitas—terakomodasi dalam kebijakan iklim internasional.
News
View MoreOur Services
Sonora Education And Talent Management
Empowering Talent Development & Soft Skills Training.
Research Solution
Your Research Solution for Comprehensive Coverage, Reliable Sources, and Diverse Perspectives