Wadubes RI Maria Renata Buka Forum Bisnis Indonesia–Jepang & Pekan Raya Indonesia 2026 di Nagoya

06 Mei 2026 13:07 WIB
liliek
Photo: Keduber RI di Tokyo

Tokyo, Sonora.co.id - Berbagai upaya dilakukan dalam meningkatkan sinergi kerja sama ekonomi dan pelindungan Warga Negara Indonesia di Nagoya yang berjalan beriringan. Wakil Duta Besar Republik Indonesia untuk Jepang, Maria Renata Hutagalung secara resmi membuka Indonesia–Japan Meeting and Partnership (IJMP) 2026 pada Jumat, 1 Mei 2026. 

Forum bisnis yang bertemakan Co-creating the Future of Economic Synergy and Human Resource Development ini menyoroti potensi besar ekspor produk industri alas kaki dan produk turunan kelapa sawit ke pasar Jepang.

Wadubes RI Maria Renata dalam sambutannya menyoroti dua sektor yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan, yaitu industri alas kaki dan produk turunan kelapa sawit.

“Alas kaki produksi Indonesia, telah dikenal menjadi bagian penting dari rantai pasok dunia. Jepang merupakan pasar potensial yang menghargai kualitas, desain, dan keberlanjutan. Hal ini membuka peluang untuk penetrasi ke pasar Jepang. Sementara itu produk turunan kelapa sawit Indonesia memiliki potensi strategis, tidak hanya sebagai komoditas perdagangan, tetapi juga sebagai bagian dari solusi global menuju energi berkelanjutan.” ujar Wadubes Maria Renata

Maria Renata menambahkan, hal ini pun sejalan dengan agenda Jepang dalam transisi energi dan pengembangan biomassa. Produk sawit Indonesia dapat berkontribusi dalam penyediaan bahan baku energi yang ramah lingkungan. Untuk itu, penting bagi kita untuk terus mendorong praktik keberlanjutan, transparansi, dan sertifikasi sesuai standar keberterimaan di pasar Jepang.

Turut hadir dalam forum ini para petani dan pelaku UMKM binaan dari Kabupaten Lamandau, Kalimantan Tengah yang mengolah hasil limbah produksi kelapa sawit antara lain sabut buah, batang kelapa dan sisa produksi sawit lainnya menjadi produk unggulan bernilai tambah. Program pembinaan UMKM ini dilakukan bersama GPPI dan Solidaridad untuk pemberdayaan dan meningkatkan ekonomi warga yang tinggal disekitar perkebunan sawit.

Selain membahas peluang perdagangan, forum IJMP juga menekankan pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia tenaga kerja Indonesia di Jepang. Untuk diketahui, jumlah pekerja Indonesia di Jepang melalui skema Specified Skilled Worker (SSW) tercatat sebanyak 86.955 orang dan peserta program pemagangan (Technical Intern Training Program) sebanyak 124.967 orang. Sehingga secara keseluruhan mencapai 211.922 orang atau sekitar 79,65% dari total warga negara Indonesia di Jepang yang berjumlah 266.069 orang per Desember 2025. Prefektur Aichi menjadi ‘kantong’ WNI terbesar di Jepang, tercatat sebanyak 21.153 orang per Desember 2025.

Di sela kunjungan ke Nagoya, Wakil Duta Besar Maria Renata Hutagalung, berkesempatan mengunjungi para pekerja Indonesia di salah satu perusahaan laundry ‘Meitetsu Cleaning’ di Nagoya-shi, Nishi-ku, Kisei-cho, Aichi. Meitetsu Cleaning mempekerjakan sekitar 12 pekerja dari Indonesia. Selain bertemu dengan pimpinan perusahaan, DCM Renata juga berdialog dengan 7 orang WNI yang bekerja di Meitetsu Cleaning.

Indonesia Fair Nagoya 2026

Dalam rangkaian kegiatan di Nagoya, Wakil Duta Besar Maria Renata Hutagalung juga berkesempatan membuka Indonesia Fair (Pekan Raya Indonesia) 2026 di Hikari Plaza, Nagoya pada 2 Mei 2026. Acara yang dipadati puluhan ribu pengunjung ini sukses menghadirkan oase Nusantara di tengah Prefektur Aichi. Bagi para WNI di Aichi, festival ini menjadi pengobat rindu akan hangatnya kebersamaan dan meriahnya kesenian kampung halaman. 

“Kemeriahan Indonesia Fair 2026 Nagoya menjadi wujud nyata diplomasi people-to-people. Melalui cita rasa sajian masakan dan keindahan seni, kita bersama mempersembahkan keramahan budaya agar masyarakat Jepang semakin mengenal dan jatuh cinta pada pesona Indonesia. Momen ini sekaligus menegaskan peran setiap diaspora sebagai duta bangsa di perantauan. Indonesia dan Jepang memiliki hubungan persahabatan yang telah terjalin erat, dan kegiatan seperti ini menjadi jembatan penting dalam mempererat hubungan antar masyarakat kedua negara,” tutur Wakil Duta Besar Maria Renata.

Indonesia Fair 2026 Nagoya menyuguhkan pameran produk kreatif serta aneka kuliner Nusantara yang mencerminkan inovasi, kualitas, dan kekayaan karya anak bangsa.

Lebih dari itu, Indonesia Fair juga menghadirkan pengalaman budaya yang hidup melalui berbagai pertunjukan seni dan hiburan musik yang membawa kita lebih dekat dengan jiwa Indonesia.

Dalam kesempatan ini KBRI Tokyo juga menggelar Pelayanan Kekonsuleran dan Imigrasi yang diikuti oleh ratusan WNI yang memanfaatkan kesempatan ini. Untuk pelayanan Imigrasi KBRI Tokyo melayani 600 orang WNI. 

Sementara itu untuk Pelayanan Kekonsuleran ada 29 orang WNI, diantaranya meliputi konsultasi layanan surat keterangan lahir; konsultasi layanan pernikahan; konsultasi keterangan pindah; layanan Lapor Diri; Legalisasi Dokumen, dan sebagainya. 
Sonora Network

Our Services

Sonora Education And Talent Management

Sonora Education And Talent Management

Empowering Talent Development & Soft Skills Training.
Research Solution

Research Solution

Your Research Solution for Comprehensive Coverage, Reliable Sources, and Diverse Perspectives
Management Services

Management Services

Empowering Talent Development & Soft Skills Training.
Event Management

Event Management

Step into Syandana, we deliver exceptional tailored event solutions

We'll reach out to you to talk about what we can do to keep leading, together.

Let’s Collaborate!

Our Satisfied Partners

Kementrian Pajak
Kementrian PUPR
Kementerian Dinas Perhubungan
Kementrian Kominfo
Kementrian Agama
Kementrian Hukum dan HAM
Telkomsek
ASDP
Nuvo Family
Pertamina
Bear Brand
Sarirasa Group
Gopek House
Counterpain
PLN
Kementrian Pelni
Ayaxx
Wincos