Komisi V DPR RI Minta KNKT Usut Kecelakaan Kereta Api di Bekasi
28 April 2026 12:52 WIB
liliek
Photo: Bakom RI
Jakarta, Sonora.co.id – Anggota Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), Danang Wicaksana Sulistya (DWS), meminta Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) segera melakukan investigasi menyeluruh. Hal ini ia sampaikan terkait kecelakaan kereta api yang terjadi di Bekasi, Senin (27/4/2026) malam.
Kecelakaan tersebut melibatkan KRL dan KA Argo Bromo Anggrek di sekitar Stasiun Bekasi Timur. Dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (28/4/2026), Danang menegaskan bahwa langkah investigasi sangat penting untuk mengungkap penyebab pasti insiden tersebut serta mencegah kejadian serupa di masa mendatang.
“Perlu investigasi lebih lanjut oleh KNKT untuk mengetahui secara detail penyebab kecelakaan ini, apakah faktor teknis, human error, atau masalah di perlintasan,” ujar Kapoksi Komisi V DPR RI Fraksi Gerindra.
Danang menjelaskan, berdasarkan informasi awal, kecelakaan bermula dari insiden di perlintasan sebidang JPL 85. Diduga terdapat kejadian yang melibatkan taksi listrik berwarna hijau atau dikenal dengan Green SM di lokasi tersebut, yang kemudian memicu rangkaian peristiwa hingga terjadinya kecelakaan kereta.
DPR Terus Pantau Penanganan
DPR Terus Pantau Penanganan
Komisi V DPR RI, lanjut Danang, akan terus memantau perkembangan investigasi dan meminta semua pihak terkait, termasuk operator kereta dan otoritas perhubungan, untuk meningkatkan standar keselamatan, khususnya di perlintasan sebidang yang masih menjadi titik rawan kecelakaan.
Ia juga menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengamanan perlintasan, termasuk penggunaan teknologi, penjagaan petugas, serta kesadaran masyarakat dalam mematuhi aturan lalu lintas di jalur kereta api.
“Kami berharap hasil investigasi KNKT nantinya dapat menjadi dasar perbaikan sistem keselamatan transportasi perkeretaapian di Indonesia,” pungkasnya.
Sementara itu, Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) mulai menginvestigasi peristiwa tabrakan antara KA Argo Bromo Anggrek dan kereta rel listrik (KRL) di Stasiun Bekasi Timur, Bekasi, Jawa Barat, Senin (27/4/2026). Ketua Tim Humas KNKT, Anggo Anurogo, mengatakan proses investigasi masih berada pada tahap awal sehingga belum ada perkembangan yang dapat disampaikan kepada publik.
Di sisi lain, KAI Commuter memastikan bahwa insiden tabrakan antara KRL dan KA Argo Bromo Anggrek berbeda dengan peristiwa KRL yang menabrak sebuah taksi di perlintasan Tambun, Bekasi. Meski terjadi dalam waktu berdekatan dan berada di lintasan yang sama, kedua kejadian tersebut melibatkan rangkaian kereta yang berbeda.
VP Corporate Secretary KAI Commuter, Karina Amanda, menjelaskan bahwa terdapat dua peristiwa terpisah di lintasan KRL Cikarang tersebut.
Sementara itu, Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) mulai menginvestigasi peristiwa tabrakan antara KA Argo Bromo Anggrek dan kereta rel listrik (KRL) di Stasiun Bekasi Timur, Bekasi, Jawa Barat, Senin (27/4/2026). Ketua Tim Humas KNKT, Anggo Anurogo, mengatakan proses investigasi masih berada pada tahap awal sehingga belum ada perkembangan yang dapat disampaikan kepada publik.
Di sisi lain, KAI Commuter memastikan bahwa insiden tabrakan antara KRL dan KA Argo Bromo Anggrek berbeda dengan peristiwa KRL yang menabrak sebuah taksi di perlintasan Tambun, Bekasi. Meski terjadi dalam waktu berdekatan dan berada di lintasan yang sama, kedua kejadian tersebut melibatkan rangkaian kereta yang berbeda.
VP Corporate Secretary KAI Commuter, Karina Amanda, menjelaskan bahwa terdapat dua peristiwa terpisah di lintasan KRL Cikarang tersebut.
News
View MoreOur Services
Sonora Education And Talent Management
Empowering Talent Development & Soft Skills Training.
Research Solution
Your Research Solution for Comprehensive Coverage, Reliable Sources, and Diverse Perspectives