Gangguan Pendengaran Masih Jadi Problem Kesehatan, Teknologi Implan Koklea Pintar Hadir di Indonesia

27 April 2026 10:07 WIB
Riko Marbun
Photo: ashri/istimewa
Sonora.co.id - Gangguan pendengaran masih menjadi salah satu persoalan kesehatan yang berdampak besar terhadap kualitas hidup masyarakat. Tidak hanya menghambat komunikasi, kondisi ini juga dapat memengaruhi perkembangan sosial, pendidikan, hingga kesehatan mental penderitanya. Di Indonesia, kebutuhan terhadap solusi medis yang lebih modern untuk penanganan gangguan pendengaran terus meningkat, seiring bertambahnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesehatan indera pendengaran.

Menjawab tantangan tersebut, perusahaan teknologi kesehatan pendengaran Cochlear Ltd menghadirkan teknologi implan koklea terbaru, Cochlear™ Nucleus® Nexa™ System, di Indonesia. Teknologi ini dirancang untuk membantu pasien dengan gangguan pendengaran berat hingga sangat berat agar dapat memperoleh kualitas pendengaran yang lebih baik dalam jangka panjang. Berbeda dengan perangkat sebelumnya, sistem implan koklea pintar ini dilengkapi memori internal dan firmware yang dapat diperbarui. Inovasi tersebut memungkinkan pasien tetap memperoleh pembaruan teknologi tanpa harus mengganti seluruh perangkat implan, sehingga manfaat medisnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.

Marketing Director Cochlear untuk Asian Growth Markets, Ashish Joshi, mengatakan bahwa gangguan pendengaran membutuhkan penanganan yang berkelanjutan karena berdampak langsung terhadap kualitas hidup pasien. Menurutnya, teknologi baru ini menjadi bagian dari upaya memperluas akses terhadap solusi pendengaran yang lebih canggih di kawasan ASEAN, termasuk Indonesia.

“Melalui inovasi ini, kami berharap dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi para pengguna, sekaligus mendukung transformasi dalam penanganan gangguan pendengaran di Indonesia,” ujarnya.

Sebagai distributor resmi di Indonesia, Kasoem Hearing Center menilai hadirnya teknologi tersebut dapat membantu menjawab kebutuhan pasien yang selama ini membutuhkan solusi pendengaran yang tidak hanya efektif, tetapi juga berkelanjutan.

Perwakilan Kasoem Hearing Center, Trista Kasoem, menyebut gangguan pendengaran sering kali tidak ditangani secara optimal karena keterbatasan akses terhadap teknologi kesehatan yang mutakhir. Menurutnya, sistem yang dapat diperbarui akan memberi keuntungan bagi pasien karena mereka tetap dapat mengikuti perkembangan inovasi medis tanpa prosedur tambahan yang kompleks.

Salah satu keunggulan utama sistem ini adalah kemampuan menyimpan pengaturan personal prosesor suara langsung di dalam implan. Dengan fitur tersebut, pasien dapat lebih cepat kembali terhubung apabila membutuhkan penggantian perangkat, sehingga risiko gangguan komunikasi akibat kerusakan alat dapat diminimalkan.

Implementasi teknologi ini di Indonesia telah dilakukan melalui prosedur operasi pertama di Siloam Hospitals Lippo Village. Dokter spesialis THT-KL yang melakukan tindakan operasi, dr. Eko Teguh Prianto, menjelaskan bahwa inovasi implan koklea terbaru berpotensi memberikan kualitas pendengaran yang lebih optimal bagi pasien dalam jangka panjang. Menurutnya, gangguan pendengaran tidak hanya berkaitan dengan hilangnya fungsi indera, tetapi juga dapat memengaruhi kemampuan seseorang dalam berinteraksi sosial dan menjalani aktivitas sehari-hari.

Ia menambahkan bahwa sistem ini memiliki tingkat keandalan tinggi hingga 99,76 persen, yang memberikan rasa aman bagi pasien pengguna implan. Pihak rumah sakit juga menilai inovasi ini membuka peluang lebih besar bagi pasien untuk memperoleh penanganan medis yang lebih modern.

Perwakilan dari Siloam Hospitals Lippo Village, Alexander Mutak, menyebut kehadiran teknologi implan koklea pintar dapat memperluas akses terapi bagi penderita gangguan pendengaran di Indonesia. Secara global, gangguan pendengaran masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat yang signifikan. Ratusan juta orang di dunia hidup dengan keterbatasan pendengaran, sementara tidak semua pasien dapat terbantu hanya dengan alat bantu dengar biasa. Implan koklea menjadi alternatif penting karena bekerja dengan merangsang langsung saraf pendengaran, sehingga mampu meningkatkan kejernihan suara bagi pasien dengan kondisi gangguan yang lebih berat.  
Sonora Network

Our Services

Sonora Education And Talent Management

Sonora Education And Talent Management

Empowering Talent Development & Soft Skills Training.
Research Solution

Research Solution

Your Research Solution for Comprehensive Coverage, Reliable Sources, and Diverse Perspectives
Management Services

Management Services

Empowering Talent Development & Soft Skills Training.
Event Management

Event Management

Step into Syandana, we deliver exceptional tailored event solutions

We'll reach out to you to talk about what we can do to keep leading, together.

Let’s Collaborate!

Our Satisfied Partners

Kementrian Pajak
Kementrian PUPR
Kementerian Dinas Perhubungan
Kementrian Kominfo
Kementrian Agama
Kementrian Hukum dan HAM
Telkomsek
ASDP
Nuvo Family
Pertamina
Bear Brand
Sarirasa Group
Gopek House
Counterpain
PLN
Kementrian Pelni
Ayaxx
Wincos