Menkomdigi Dorong Pesantren Jadi Motor Penguatan Ekosistem Koperasi Merah Putih
25 April 2026 21:02 WIB
Riko Marbun
Photo: Humas Kementerian Komunikasi dan Digital
Sonora.co.id - Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid melakukan kunjungan ke Koperasi Pesantren Al Ittifaq di Ciwidey, Kabupaten Bandung, Sabtu (25/04/2026). Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya penguatan ekosistem program strategis Presiden Prabowo Subianto melalui pengembangan program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.
Dalam kesempatan tersebut, Meutya menilai pesantren memiliki potensi besar untuk menjadi pusat pengembangan koperasi berbasis komunitas yang terintegrasi. Model yang diterapkan di Koperasi Pesantren Al Ittifaq dinilai dapat menjadi contoh implementasi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di berbagai wilayah.
“Koperasi yang sudah kuat harus menjadi penggerak dalam ekosistem, membantu koperasi lain agar tumbuh bersama. Ini bukan kompetisi, melainkan kolaborasi untuk memperkuat ekonomi kerakyatan,” jelasnya.
Menurut Meutya, koperasi yang dikembangkan pesantren tersebut telah memperlihatkan praktik pengelolaan ekonomi yang terintegrasi dari hulu hingga hilir. Sistem yang dibangun mencakup proses produksi, pengolahan, hingga distribusi yang berjalan secara berkesinambungan.
“Yang kami lihat di sini bukan hanya soal teknologi atau jumlah produksi, tetapi ketekunan, keikhlasan, dan sistem yang terbangun dari produksi hingga distribusi. Ini adalah fondasi penting dalam membangun ekosistem Koperasi Merah Putih yang kuat,” ujar Meutya.
Ia menambahkan, penguatan koperasi perlu ditopang dengan digitalisasi yang tepat guna, yakni penerapan teknologi yang sesuai kebutuhan lapangan serta mampu meningkatkan produktivitas dan efisiensi.Selain aspek digitalisasi, Meutya juga menyoroti pentingnya integrasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) dalam ekosistem koperasi. Menurutnya, keterhubungan antara program pangan nasional dengan koperasi akan memperkuat rantai pasok sekaligus memberikan dampak ekonomi yang lebih luas.
“Ketika program MBG terhubung dengan ekosistem koperasi seperti ini, maka dampaknya akan luas, tidak hanya bagi penerima manfaat, tetapi juga bagi petani, peternak, hingga distribusi pangan nasional,” ungkapnya.
Meutya turut memberikan apresiasi kepada seluruh elemen pesantren, termasuk petani, peternak, dan generasi muda yang terlibat dalam pengembangan koperasi. Ia menilai mereka memiliki peran penting dalam menjaga ketahanan pangan sekaligus memperkuat ekonomi kerakyatan berbasis koperasi.
Dalam kesempatan tersebut, Meutya menilai pesantren memiliki potensi besar untuk menjadi pusat pengembangan koperasi berbasis komunitas yang terintegrasi. Model yang diterapkan di Koperasi Pesantren Al Ittifaq dinilai dapat menjadi contoh implementasi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di berbagai wilayah.
“Koperasi yang sudah kuat harus menjadi penggerak dalam ekosistem, membantu koperasi lain agar tumbuh bersama. Ini bukan kompetisi, melainkan kolaborasi untuk memperkuat ekonomi kerakyatan,” jelasnya.
Menurut Meutya, koperasi yang dikembangkan pesantren tersebut telah memperlihatkan praktik pengelolaan ekonomi yang terintegrasi dari hulu hingga hilir. Sistem yang dibangun mencakup proses produksi, pengolahan, hingga distribusi yang berjalan secara berkesinambungan.
“Yang kami lihat di sini bukan hanya soal teknologi atau jumlah produksi, tetapi ketekunan, keikhlasan, dan sistem yang terbangun dari produksi hingga distribusi. Ini adalah fondasi penting dalam membangun ekosistem Koperasi Merah Putih yang kuat,” ujar Meutya.
Ia menambahkan, penguatan koperasi perlu ditopang dengan digitalisasi yang tepat guna, yakni penerapan teknologi yang sesuai kebutuhan lapangan serta mampu meningkatkan produktivitas dan efisiensi.Selain aspek digitalisasi, Meutya juga menyoroti pentingnya integrasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) dalam ekosistem koperasi. Menurutnya, keterhubungan antara program pangan nasional dengan koperasi akan memperkuat rantai pasok sekaligus memberikan dampak ekonomi yang lebih luas.
“Ketika program MBG terhubung dengan ekosistem koperasi seperti ini, maka dampaknya akan luas, tidak hanya bagi penerima manfaat, tetapi juga bagi petani, peternak, hingga distribusi pangan nasional,” ungkapnya.
Meutya turut memberikan apresiasi kepada seluruh elemen pesantren, termasuk petani, peternak, dan generasi muda yang terlibat dalam pengembangan koperasi. Ia menilai mereka memiliki peran penting dalam menjaga ketahanan pangan sekaligus memperkuat ekonomi kerakyatan berbasis koperasi.
Our Services
Sonora Education And Talent Management
Empowering Talent Development & Soft Skills Training.
Research Solution
Your Research Solution for Comprehensive Coverage, Reliable Sources, and Diverse Perspectives