BI Jakarta: Quick Wins Pramono-Rano Berdampak Pada Pertumbuhan Ekonomi
28 Agustus 2025 14:29 WIB
Lia Muspiroh
.jpeg)
Photo: Beritajakarta
Sonora.co.id, Bank Indonesia (BI) DKI Jakarta menilai beragam program quick wins Gubernur DKI Jakarta dan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung dan Rano Karno selama 100 hari kerja pertama berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi Jakarta.
Deputi Kepala Perwakilan BI DKI Jakarta, Iwan Setiawan mengatakan, perekonomian DKI Jakarta menjadi barometer nasional. Sehingga, apapun yang dilakukan DKI akan menjadi kunci untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
"Posisi Jakarta sangat-sangat strategis. Saya kira program quick wins-nya itu bagus ya," katanya usai mengikuti konferensi pers APBD 2025 DKI Jakarta di Balai Kota, Rabu (27/08/2025).
Iwan melanjutkan, beragam program yang dibuat pemerintah daerah akan berdampak terhadap perekonomian. Hal itu dilihat dari capaian pertumbuhan ekonomi Jakarta di kuartal kedua tahun 2025 sebesar 5,18 persen, dan disebut lebih tinggi dari angka nasional sebesar 5,12 persen.
"Rule DKI itu pertumbuhan ekonominya memberi kontribusi 16,61 persen terhadap nasional. Saya kira sebuah kesuksesan yang patut kita syukuri dan support," tandasnya.
Selain menjelaskan posisi realisasi belanja APBD 2025 telah mencapai 37 persen atau senilai Rp 30,95 triliun dari total anggaran Rp 91,34 triliun, Pramono juga menjabarkan pendapatan daerah telah mencapai Rp 43,65 triliun atau sekitar 56 persen. Jumlah itu menurutnya lebih tinggi dari capaian nasional di semester pertama antar 10-15 persen.
Kemudian, Pramono juga memaparkan beragam program quick wins seperti penambahan penerima KJP, KJMU, penebusan ijazah, gratis naik angkutan umum untuk 15 golongan, Transjabodetabek dan menaikkan tunjangan bagi dasawisma serta RT/RW.
Ia meyakini, beragam program quick wins berperan menjadi bantalan sosial perekonomian untuk meningkatkan kesejahteraan sebagai solusi atas persoalan disparitas yang menjadi salah satu masalah di DKI Jakarta.
Deputi Kepala Perwakilan BI DKI Jakarta, Iwan Setiawan mengatakan, perekonomian DKI Jakarta menjadi barometer nasional. Sehingga, apapun yang dilakukan DKI akan menjadi kunci untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
"Posisi Jakarta sangat-sangat strategis. Saya kira program quick wins-nya itu bagus ya," katanya usai mengikuti konferensi pers APBD 2025 DKI Jakarta di Balai Kota, Rabu (27/08/2025).
Iwan melanjutkan, beragam program yang dibuat pemerintah daerah akan berdampak terhadap perekonomian. Hal itu dilihat dari capaian pertumbuhan ekonomi Jakarta di kuartal kedua tahun 2025 sebesar 5,18 persen, dan disebut lebih tinggi dari angka nasional sebesar 5,12 persen.
"Rule DKI itu pertumbuhan ekonominya memberi kontribusi 16,61 persen terhadap nasional. Saya kira sebuah kesuksesan yang patut kita syukuri dan support," tandasnya.
Selain menjelaskan posisi realisasi belanja APBD 2025 telah mencapai 37 persen atau senilai Rp 30,95 triliun dari total anggaran Rp 91,34 triliun, Pramono juga menjabarkan pendapatan daerah telah mencapai Rp 43,65 triliun atau sekitar 56 persen. Jumlah itu menurutnya lebih tinggi dari capaian nasional di semester pertama antar 10-15 persen.
Kemudian, Pramono juga memaparkan beragam program quick wins seperti penambahan penerima KJP, KJMU, penebusan ijazah, gratis naik angkutan umum untuk 15 golongan, Transjabodetabek dan menaikkan tunjangan bagi dasawisma serta RT/RW.
Ia meyakini, beragam program quick wins berperan menjadi bantalan sosial perekonomian untuk meningkatkan kesejahteraan sebagai solusi atas persoalan disparitas yang menjadi salah satu masalah di DKI Jakarta.
News
View MoreOur Services

Sonora Education And Talent Management
Empowering Talent Development & Soft Skills Training.

Research Solution
Your Research Solution for Comprehensive Coverage, Reliable Sources, and Diverse Perspectives