Presiden: Hilirisasi Indonesia Berjalan di Jalur yang Benar
08 Oktober 2026 15:53 WIB
Liliek
Photo: Tim Media Presiden
Halmahera Tengah, Sonora.co.id - Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa ekspor perdana baterai kendaraan listrik (electric vehicle/EV) dari kawasan Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP), Halmahera Tengah, Maluku Utara, menjadi bukti nyata keberhasilan strategi hilirisasi yang selama ini dijalankan Indonesia. Di tengah berbagai keraguan terhadap masa depan ekonomi nasional, Prabowo menilai capaian tersebut menunjukkan bahwa Indonesia tidak lagi sekadar menjadi pemasok bahan mentah, tetapi mulai tampil sebagai pemain penting dalam rantai industri global bernilai tinggi.
Momentum ekspor perdana baterai EV pada Kamis (8/10/2026) menjadi tonggak baru perjalanan industrialisasi nasional. Bagi Prabowo, keberhasilan itu bukan hanya pencapaian sebuah kawasan industri, melainkan hasil dari sebuah strategi besar untuk mengubah cara Indonesia memanfaatkan kekayaan alamnya.
"Hari ini ekspor perdana baterai kendaraan listrik adalah langkah penting. Ini adalah bukti nyata bahwa strategi hilirisasi kita benar dan akan kita teruskan dengan sebaik-baiknya," kata Prabowo dalam sambutannya.
Pernyataan tersebut sekaligus menegaskan komitmen pemerintah untuk melanjutkan kebijakan hilirisasi yang bertujuan meningkatkan nilai tambah sumber daya alam dalam negeri. Selama bertahun-tahun Indonesia dikenal sebagai salah satu produsen mineral terbesar dunia, termasuk nikel yang menjadi komponen utama baterai kendaraan listrik. Namun kini pemerintah mendorong agar kekayaan alam tersebut tidak lagi diekspor dalam bentuk mentah, melainkan diolah menjadi produk industri bernilai tinggi.
Dalam kunjungan tersebut, Presiden tidak hanya menyaksikan ekspor perdana baterai kendaraan listrik. Ia juga meresmikan 11 proyek hilirisasi di kawasan IWIP yang terdiri atas empat proyek industri yang telah memasuki tahap komersial dan tujuh proyek baru yang mulai dibangun.
Peluncuran proyek-proyek tersebut menunjukkan bahwa kawasan industri berbasis hilirisasi di Maluku Utara terus berkembang menjadi salah satu pusat pertumbuhan ekonomi baru Indonesia. Di wilayah yang sebelumnya lebih dikenal sebagai daerah penghasil komoditas tambang, kini berdiri ekosistem industri yang terhubung langsung dengan kebutuhan pasar global, terutama industri kendaraan listrik yang pertumbuhannya terus meningkat.
Prabowo mengungkapkan bahwa perkembangan investasi di kawasan IWIP menunjukkan tren yang sangat positif. Berdasarkan laporan yang diterimanya dari Menteri Investasi dan Hilirisasi, realisasi investasi di kawasan tersebut telah mencapai sekitar USD20 miliar. Sementara itu, pengembangan lanjutan masih terus berlangsung dengan rencana investasi tambahan sebesar USD7 miliar.
Besarnya investasi tersebut tidak hanya tercermin dari pembangunan fasilitas industri, tetapi juga memberikan dampak langsung terhadap penciptaan lapangan pekerjaan. Hingga kini, kawasan IWIP disebut telah menyerap lebih dari 100 ribu tenaga kerja.
Menurut Presiden, angka tersebut menjadi indikator bahwa industrialisasi mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta menciptakan optimisme terhadap masa depan ekonomi nasional.
Prabowo bahkan secara khusus menanggapi berbagai pandangan pesimistis yang selama ini meragukan prospek Indonesia.
"Mereka yang mengatakan bahwa Indonesia gelap, collapse, Indonesia akan collapse. Tiap bulan diramalkan kita akan collapse. Tapi hari ini saya datang, saya lihat masa depan Indonesia cerah," ujarnya.
Pernyataan itu menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah melihat hilirisasi sebagai salah satu instrumen utama untuk memperkuat ketahanan ekonomi nasional di tengah ketidakpastian global. Dengan membangun industri pengolahan di dalam negeri, Indonesia diyakini memiliki peluang lebih besar menciptakan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan sekaligus meningkatkan daya saing nasional.
Di hadapan para pelaku industri dan investor, Prabowo juga menegaskan bahwa pemerintah akan terus menjaga iklim investasi yang sehat dan memberikan kepastian bagi para mitra bisnis yang telah menanamkan modal di Indonesia.
Menurutnya, kepercayaan investor merupakan aset strategis yang harus dijaga. Karena itu, pemerintah berkomitmen menciptakan hubungan kemitraan yang saling menguntungkan serta berlandaskan rasa saling menghormati.
"Adalah masalah kehormatan bagi bangsa Indonesia untuk menjaga mitra-mitra kita. Mitra-mitra kita, kita anggap sebagai saudara-saudara kita," tegasnya.
Namun di tengah dorongan percepatan industrialisasi, Prabowo mengingatkan bahwa keberhasilan ekonomi tidak boleh mengabaikan aspek lingkungan. Ia meminta seluruh perusahaan yang beroperasi di kawasan industri memastikan kualitas udara dan air tetap terjaga serta menjalankan pengelolaan limbah secara bertanggung jawab.
Pesan tersebut menjadi penekanan bahwa pembangunan industri masa depan harus berjalan selaras dengan prinsip keberlanjutan. Pertumbuhan ekonomi, menurut Presiden, harus dibarengi dengan perlindungan lingkungan agar manfaat pembangunan dapat dirasakan dalam jangka panjang.Prabowo juga mengajak seluruh pihak untuk melihat keberhasilan hilirisasi sebagai bagian dari perjalanan panjang pembangunan bangsa. Ia menegaskan bahwa kemajuan yang dicapai saat ini tidak muncul secara tiba-tiba, melainkan merupakan hasil kesinambungan kebijakan yang telah dirintis oleh para pemimpin sebelumnya.
"Kita menghormati pemerintah pendahulu, pemimpin-pemimpin sebelum saya yang telah berani mengambil langkah-langkah pembangunan seperti ini," katanya.
Bagi Prabowo, pembangunan bangsa adalah sebuah proses panjang yang membutuhkan keberanian, konsistensi, dan kesabaran. Karena itu, keberhasilan ekspor perdana baterai kendaraan listrik harus dipandang sebagai satu tahapan penting dalam perjalanan Indonesia menuju negara industri maju.
"Nation building is a long march, adalah sebuah perjuangan dan perjalanan panjang. Ini bagian dari perjalanan panjang itu," ujar Presiden.
Di akhir sambutannya, Prabowo mengingatkan bahwa semakin dekat sebuah bangsa pada tujuan besarnya, semakin besar pula tantangan yang akan dihadapi. Namun ia menegaskan Indonesia tidak boleh gentar menghadapi berbagai hambatan tersebut.
Ekspor perdana baterai kendaraan listrik dari Halmahera Tengah bukan hanya menandai lahirnya produk baru untuk pasar global. Lebih dari itu, peristiwa tersebut menjadi simbol transformasi ekonomi Indonesia, dari negara pengekspor bahan mentah menjadi pusat industri bernilai tambah yang mulai diperhitungkan dunia. Dengan investasi yang terus mengalir, puluhan ribu lapangan kerja yang tercipta, serta berkembangnya industri kendaraan listrik nasional, pemerintah optimistis hilirisasi akan menjadi fondasi kuat bagi masa depan ekonomi Indonesia yang lebih mandiri, tangguh, dan berdaya saing global.
News
View MoreOur Services
Sonora Education And Talent Management
Empowering Talent Development & Soft Skills Training.
Research Solution
Your Research Solution for Comprehensive Coverage, Reliable Sources, and Diverse Perspectives