Kemdiktisaintek Kukuhkan 200 Mahasiswa AMN Surabaya dari 34 Provinsi
14 September 2026 13:47 WIB
Riko Marbun
Photo: Humas Kemdiktisaintek RI
Surabaya, Sonora.Co.ID - Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) mengukuhkan 200 mahasiswa Angkatan V Program Asrama Mahasiswa Nusantara (AMN) Surabaya. Para mahasiswa berasal dari empat perguruan tinggi dan mewakili 34 provinsi di Indonesia.
Pengukuhan Mahasiswa Angkatan V Tahun 2026 sekaligus Wisuda Pertama Mahasiswa Penerima Beasiswa AMN Surabaya tersebut digelar dengan tema “Simfoni Kebinekaan”, Sabtu (11/9). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat pendidikan tinggi yang tidak hanya berorientasi pada kompetensi akademik, tetapi juga pengembangan karakter dan pengalaman belajar lintas daerah.
Sekretaris Jenderal Kemdiktisaintek Badri Munir Sukoco mengatakan AMN tidak sekadar menjadi tempat tinggal bagi mahasiswa. Sejak diresmikan pada 29 November 2022 sebagai bagian dari pelaksanaan Perpres Nomor 106 Tahun 2021, AMN dikembangkan sebagai ruang pembinaan karakter, kebangsaan, dan kebinekaan.
“AMN tidak dirancang sekadar sebagai tempat tinggal mahasiswa, tetapi sebagai ruang pembinaan karakter, kebangsaan, dan kebinekaan bagi putra-putri Indonesia dari berbagai wilayah,” kata Badri.
Sebanyak 200 mahasiswa Angkatan V yang dikukuhkan berasal dari Universitas Airlangga, Universitas Negeri Surabaya, UPN Veteran Jawa Timur, dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember. Masing-masing perguruan tinggi mengirimkan 50 mahasiswa.
Para mahasiswa tersebut memiliki latar belakang prestasi akademik maupun nonakademik di tingkat nasional dan internasional. Mereka juga berasal dari berbagai daerah sehingga kehidupan di AMN menjadi ruang perjumpaan mahasiswa dengan latar belakang budaya dan pengalaman yang beragam.
Menurut Badri, perjumpaan tersebut dapat memperluas perspektif mahasiswa sekaligus membangun kemampuan komunikasi dan jejaring lintas daerah maupun perguruan tinggi.
“Keragaman bukan hambatan. Keragaman adalah kekuatan yang harus kita rawat,” ujarnya.
Ia menilai keberagaman yang ada di lingkungan AMN dapat menjadi modal untuk membangun cara berpikir terbuka, kreativitas, inovasi, serta ketangguhan mahasiswa dalam menghadapi berbagai tantangan.
Karena itu, mahasiswa Angkatan V didorong tidak hanya memanfaatkan AMN sebagai fasilitas pendidikan, tetapi juga sebagai ruang untuk meningkatkan kapasitas diri.
“Jangan sekadar menjalani kesempatan ini, besarkan diri saudara melalui kesempatan ini,” pesan Badri.
Pada kesempatan yang sama, sebanyak 305 mahasiswa Angkatan I mengikuti wisuda pertama penerima beasiswa AMN Surabaya. Dari jumlah tersebut, 186 lulusan mencatatkan IPK di atas 3,5, sementara lima mahasiswa mampu menyelesaikan studi dalam waktu 3,5 tahun.
Para lulusan tersebut berasal dari empat perguruan tinggi mitra dan mewakili 37 provinsi. Salah satunya adalah Eben Heizer Mirino dari Papua Barat yang menyelesaikan studi di Universitas Negeri Surabaya dalam sekitar 3,5 tahun dengan IPK 3,8.
Setelah menyelesaikan pendidikan sarjana, Eben melanjutkan studi magister melalui program beasiswa. Perjalanan tersebut dinilai menjadi salah satu contoh bagaimana akses pendidikan dapat membuka peluang bagi mahasiswa untuk mengembangkan kapasitas dan pilihan hidupnya.
Untuk menjaga jejaring antarlulusan, AMN Surabaya juga membentuk Ikatan Alumni AMN Surabaya Tahun 2026. Organisasi tersebut diharapkan menjadi wadah komunikasi, silaturahmi, jejaring, dan kolaborasi para alumni.
Kemdiktisaintek mengapresiasi dukungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur, UPN Veteran Jawa Timur, Universitas Airlangga, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Universitas Negeri Surabaya, pengelola AMN, pendamping, serta berbagai pihak yang terlibat dalam pembinaan mahasiswa.
Badri mengingatkan mahasiswa dan lulusan AMN agar keberhasilan tidak hanya diukur dari pekerjaan maupun pencapaian pribadi. Menurutnya, pendidikan perlu diarahkan pada kemampuan menciptakan nilai dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Jangan hanya bertanya pekerjaan apa yang saya dapatkan, namun nilai apa yang akan saya ciptakan. Jangan hanya bertanya seberapa jauh saya akan berhasil, tanyakan pula siapa yang akan merasakan manfaat dari keberhasilan saya,” katanya.
Ia kemudian merangkum pesan tersebut dalam empat bekal bagi mahasiswa dan lulusan AMN.
“Bawalah ilmu sebagai bekal, integritas sebagai kompas, keberanian sebagai langkah, dan kebermanfaatan sebagai tujuan,” ujar Badri.
Melalui AMN, Kemdiktisaintek mendorong pendidikan tinggi yang tidak hanya memperluas akses pendidikan, tetapi juga mempertemukan mahasiswa dari berbagai daerah, membangun jejaring, mengembangkan talenta dan karakter, serta mendorong lulusan untuk memberikan manfaat bagi masyarakat.
News
View MoreOur Services
Sonora Education And Talent Management
Empowering Talent Development & Soft Skills Training.
Research Solution
Your Research Solution for Comprehensive Coverage, Reliable Sources, and Diverse Perspectives