Industri Diagnostik Nasional Tetap Tumbuh di Tengah Tantangan, Investasi Manufaktur Lokal Terus Diperkuat

07 Agustus 2026 18:20 WIB
Riko Marbun
Photo: Win/istimewa
Jakarta, Sonora.Co.ID - Industri alat kesehatan diagnostik atau In Vitro Diagnostics (IVD) di Indonesia terus menunjukkan prospek pertumbuhan meski menghadapi tekanan akibat kondisi ekonomi global dan penurunan belanja pemerintah di sektor kesehatan. Penguatan investasi manufaktur lokal, inovasi teknologi, serta ekspansi pasar dinilai menjadi faktor penting dalam memperkuat ketahanan sistem kesehatan nasional.

Komitmen tersebut disampaikan dalam rangkaian Industrial Symposium pada ajang INDOHEALTHCARE GAKESLAB Expo 2026 di Jakarta, Jumat (7/8). Forum tersebut menjadi momentum untuk menunjukkan bahwa investasi global dapat berjalan selaras dengan pengembangan kemampuan manufaktur dalam negeri guna mendukung kemandirian industri alat kesehatan Indonesia.

Founder & Global CEO Virtue Diagnostics, Johnson Zhang, mengatakan Indonesia memiliki karakteristik geografis yang unik dengan ribuan pulau dan kebutuhan layanan diagnostik yang masih belum merata. Kondisi tersebut menjadi alasan perusahaan membangun fasilitas manufaktur di Indonesia, bukan hanya memasarkan produk dari luar negeri. Menurutnya, produksi lokal memungkinkan akses layanan diagnostik berkualitas semakin luas sekaligus memperkuat ketahanan sistem kesehatan nasional.

Perusahaan tersebut telah membangun fasilitas manufaktur modern seluas 12.200 meter persegi di Cikarang yang memiliki kapasitas produksi lebih dari 1.000 unit instrumen diagnostik setiap tahun dan 6.000 liter reagen per hari. Tahun ini, investasi kembali diperluas melalui pengembangan produk diagnostik molekuler dan teknologi cartridge-based immunology untuk melengkapi portofolio yang telah dimiliki. Hingga saat ini, perusahaan telah mengantongi izin edar untuk 193 produk diagnostik di Indonesia.

Berbagai platform diagnostik yang dikembangkan juga telah memiliki Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) di atas 40 persen sehingga mendukung upaya pemerintah memperkuat industri alat kesehatan nasional. Produk-produk tersebut turut mendukung sejumlah program prioritas pemerintah, seperti Program Cek Kesehatan Gratis (CKG), target eliminasi tuberkulosis pada 2030, hingga program skrining kanker serviks melalui pemeriksaan HPV.

Dalam kesempatan yang sama, Associate Commercial Director PT Virtue Diagnostics Indonesia, Dr. Kurniasari Endah, mengatakan industri IVD nasional masih menghadapi tantangan akibat perlambatan ekonomi global, perubahan dinamika pasar, serta menurunnya belanja pemerintah untuk alat kesehatan. Meski demikian, perusahaan memilih memperluas penetrasi ke sektor swasta, termasuk rumah sakit, laboratorium klinik, dan berbagai fasilitas pelayanan kesehatan lainnya.

Strategi tersebut dilakukan untuk mengurangi ketergantungan pada satu segmen pasar sekaligus memperkuat pertumbuhan bisnis. Strategi tersebut mulai menunjukkan hasil positif. Hingga pertengahan 2026, perusahaan telah memproduksi lebih dari 150 unit instrumen diagnostik dan 31.000 kit reagen yang kini digunakan di berbagai rumah sakit dan laboratorium di Indonesia. Selain itu, perusahaan juga telah memperoleh sertifikasi ISO 13485 sebagai standar internasional sistem manajemen mutu alat kesehatan, yang memastikan seluruh proses produksi memenuhi standar kualitas global.

Tidak hanya memperkuat pasar domestik, produk diagnostik buatan Indonesia juga mulai menembus pasar internasional melalui ekspor reagen dan instrumen diagnostik ke Filipina. Langkah tersebut menjadi indikator meningkatnya daya saing produk alat kesehatan nasional di tingkat global. Ke depan, investasi akan terus diarahkan pada penelitian dan pengembangan, peningkatan kapasitas manufaktur, inovasi teknologi diagnostik, serta perluasan jaringan distribusi di dalam maupun luar negeri. Di sisi lain, dukungan kebijakan yang kondusif dinilai tetap dibutuhkan agar ekosistem manufaktur alat kesehatan nasional semakin kuat dan mampu mengurangi ketergantungan terhadap produk impor.

Menutup konferensi pers, manajemen menegaskan bahwa masa depan industri diagnostik Indonesia hanya dapat dibangun melalui kolaborasi erat antara pemerintah, industri, tenaga kesehatan, akademisi, dan seluruh pemangku kepentingan. Sinergi tersebut diharapkan mampu mempercepat terwujudnya kemandirian alat kesehatan nasional sekaligus menghadirkan layanan diagnostik berkualitas bagi masyarakat Indonesia.  
Sonora Network

Our Services

Sonora Education And Talent Management

Sonora Education And Talent Management

Empowering Talent Development & Soft Skills Training.
Research Solution

Research Solution

Your Research Solution for Comprehensive Coverage, Reliable Sources, and Diverse Perspectives
Management Services

Management Services

Empowering Talent Development & Soft Skills Training.
Event Management

Event Management

Step into Syandana, we deliver exceptional tailored event solutions

We'll reach out to you to talk about what we can do to keep leading, together.

Let’s Collaborate!

Our Satisfied Partners

Kementrian Pajak
Kementrian PUPR
Kementerian Dinas Perhubungan
Kementrian Kominfo
Kementrian Agama
Kementrian Hukum dan HAM
Telkomsek
ASDP
Nuvo Family
Pertamina
Bear Brand
Sarirasa Group
Gopek House
Counterpain
PLN
Kementrian Pelni
Ayaxx
Wincos