Transaksi QRIS di Jakarta Sumbang 38 Persen Secara Nasional, Digitalisasi Pasar Terus Diperkuat
04 Juli 2026 17:28 WIB
Riko Marbun
Photo: win/istimewa
Jakarta, Sonora.co.id - Upaya memperluas digitalisasi sistem pembayaran di Ibu Kota terus menunjukkan perkembangan positif. Kolaborasi Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta bersama Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berhasil mendorong penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS), dengan kontribusi transaksi QRIS di Jakarta kini mencapai sekitar 38 persen dari total transaksi nasional.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan capaian tersebut merupakan hasil sinergi berbagai pihak dalam mempercepat transformasi transaksi digital, termasuk di lingkungan pasar rakyat.
"Transaksi QRIS Jakarta ini sekarang sudah 38 persen dari transaksi nasional. Dan itu berkat kerja sama antara Bank Indonesia, OJK, mendorong seluruh pasar-pasar yang ada di Jakarta," ujar Pramono saat membuka Jakarta Kreatif Festival (JKF) 2026 di Istora Senayan, Jakarta, Sabtu (4/7/2026).
Menurut Pramono, seluruh 153 pasar yang berada di bawah pengelolaan Pemprov DKI Jakarta telah menerapkan sistem pembayaran berbasis QRIS. Selain itu, sekitar 422 ribu pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Jakarta kini juga telah memanfaatkan transaksi digital dalam menjalankan kegiatan usahanya.
Untuk mempercepat adopsi pembayaran digital, Pemprov DKI Jakarta akan kembali menggelar kompetisi digitalisasi pasar. Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan penggunaan QRIS sekaligus memperbesar nilai transaksi.
"Saya sudah meminta kepada Dinas UMKM untuk melanjutkan lomba menggunakan digitalisasi yang ada di pasar-pasar di Jakarta. Saya yakin dengan dilombakan pasarnya, dilombakan banknya, pasti transaksinya akan menjadi lebih besar," katanya.
Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi DKI Jakarta Iwan Setiawan mengatakan perluasan penggunaan QRIS menjadi salah satu fokus utama dalam penyelenggaraan Jakarta Kreatif Festival 2026. Melalui program QRIS Jelajah Indonesia, BI terus mendorong percepatan adopsi sistem pembayaran digital sebagai bagian dari penguatan ekosistem ekonomi dan keuangan digital di Jakarta.
Selain pengembangan QRIS, BI juga menghadirkan berbagai program lain, seperti Gerakan Cinta, Bangga, Paham Rupiah, penguatan ekonomi dan keuangan syariah melalui aktivasi wakaf, serta program keberlanjutan yang mendorong pengelolaan sampah melalui gerakan pilah sampah.
"Seluruh rangkaian ini menegaskan kuatnya komitmen semua elemen institusi di DKI Jakarta untuk bersama-sama memajukan ekonomi Jakarta," ujar Iwan.
Ia menambahkan, kolaborasi antara Bank Indonesia, Pemprov DKI Jakarta, OJK, perbankan, BUMD, kementerian dan lembaga, pelaku usaha, hingga komunitas menjadi fondasi penting dalam mempercepat transformasi ekonomi Jakarta.
Menurutnya, Jakarta Kreatif Festival tidak hanya menjadi wadah promosi ekonomi kreatif, tetapi juga berperan sebagai sarana memperluas inklusi keuangan, mempercepat digitalisasi transaksi, dan meningkatkan daya saing Jakarta sebagai kota global.
"Kami berharap Jakarta Kreatif Festival 2026 dapat memperkuat langkah Jakarta menuju kota global yang kreatif, inklusif, berdaya saing, dan berkelanjutan di gerbang lima abad Kota Jakarta," kata Iwan.
Our Services
Sonora Education And Talent Management
Empowering Talent Development & Soft Skills Training.
Research Solution
Your Research Solution for Comprehensive Coverage, Reliable Sources, and Diverse Perspectives