Prabowo Ajak Kampus Perkuat Inovasi dan Hadapi Tantangan Teknologi Global
28 Juni 2026 13:56 WIB
Riko Marbun
Photo: Tangkapan layar Youtube
Jakarta, Sonora.co.id - Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, mengajak kalangan perguruan tinggi untuk memperkuat kolaborasi dalam menghadapi tantangan global sekaligus mendorong lahirnya inovasi yang dapat mendukung pembangunan nasional. Hal itu disampaikan Presiden saat memberikan arahan pada Sarasehan Kebangsaan dalam rangkaian Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Minggu (28/6/2026).
Dalam sambutannya, Prabowo menegaskan bahwa seluruh elemen bangsa harus bersatu menghadapi perubahan dunia yang semakin cepat akibat perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Menurutnya, berbagai peristiwa yang terjadi di belahan dunia lain kini dapat berdampak langsung terhadap kehidupan masyarakat Indonesia.
"Saya berkeyakinan bahwa semua potensi seluruh bangsa harus bersatu, harus mengeluarkan segala pemikiran, segala inisiatif untuk kebaikan kita bersama, untuk kelangsungan hidup bangsa Indonesia," ujar Prabowo.
Presiden mengatakan pemerintah membutuhkan keterlibatan aktif perguruan tinggi dalam merumuskan solusi atas berbagai tantangan nasional maupun global. Karena itu, ia membuka ruang komunikasi yang lebih intensif dengan para rektor, profesor, dan akademisi guna menyerap berbagai gagasan strategis.
Menurut Prabowo, kampus harus tetap menjadi ruang pertukaran pemikiran dan inovasi yang berorientasi pada kepentingan masyarakat. Kebebasan akademik, kata dia, perlu dimanfaatkan untuk menghasilkan riset dan teknologi yang mampu memberikan manfaat nyata bagi rakyat.
"Kampus adalah tempat adu gagasan, adu pandangan, adu filosofi, adu inovasi. Biarlah kampus aktif menggeluti sains dan teknologi untuk memberi manfaat kepada rakyat," katanya.
Dalam arahannya, Prabowo juga menyoroti perkembangan teknologi yang dinilai membawa peluang sekaligus risiko bagi umat manusia. Ia mencontohkan teknologi nuklir yang dapat dimanfaatkan untuk energi, kesehatan, dan pertanian, namun juga memiliki potensi destruktif jika disalahgunakan.
Selain itu, Presiden menaruh perhatian pada pesatnya perkembangan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI). Menurutnya, teknologi tersebut harus menjadi perhatian serius kalangan akademisi karena akan memengaruhi berbagai aspek kehidupan di masa depan.
"Hampir semua negara sekarang mengejar AI, tidak mau ketinggalan. Para guru besar dan profesor harus mendalami perkembangan ini," ujarnya.
Prabowo juga memastikan pemerintah akan menindaklanjuti berbagai usulan yang disampaikan peserta sarasehan. Di antaranya adalah usulan penambahan beasiswa doktor bagi dosen perguruan tinggi negeri maupun swasta serta penguatan pendanaan riset nasional.
Presiden turut menyinggung upaya pemerintah melakukan pembenahan badan usaha milik negara (BUMN) agar lebih efisien dan produktif. Menurutnya, restrukturisasi tersebut penting untuk memastikan perusahaan negara dapat memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat.
"Kita mau sekarang rasional, efisien, dan transparan. Dalam dua tahun kita akan bikin BUMN-BUMN lebih efisien, lebih transparan, dan lebih bekerja untuk rakyat," tegasnya.
Selain itu, Prabowo menegaskan komitmen pemerintah untuk terus mendorong hilirisasi industri guna meningkatkan nilai tambah sumber daya alam Indonesia. Ia menilai langkah tersebut menjadi bagian penting dalam mewujudkan kemandirian ekonomi nasional.
Menutup arahannya, Presiden menyampaikan apresiasi kepada para peserta Sarasehan Kebangsaan yang telah memberikan berbagai masukan konstruktif. Ia memastikan setiap usulan yang disampaikan akan dipelajari dan menjadi bahan pertimbangan pemerintah dalam merumuskan kebijakan pembangunan berbasis ilmu pengetahuan, teknologi, dan inovasi.
Our Services
Sonora Education And Talent Management
Empowering Talent Development & Soft Skills Training.
Research Solution
Your Research Solution for Comprehensive Coverage, Reliable Sources, and Diverse Perspectives