Wamendikdasmen Dorong Sekolah di Dumai Perkuat Trigatra Bangun Bahasa dan Transformasi Digital

06 Juni 2026 11:43 WIB
Riko Marbun
Photo: Destian/BKHM Kemendikdasmen
Sonora.co.id - Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Riza Ul Haq mendorong sekolah-sekolah di Indonesia untuk memperkuat implementasi Trigatra Bangun Bahasa sekaligus mempercepat transformasi digital pendidikan guna membentuk generasi yang berkarakter, berdaya saing global, dan tetap berakar pada identitas kebangsaan.

Pesan tersebut disampaikan Fajar saat menghadiri pentas seni di Sekolah Maitreyawira, Kota Dumai, Riau, Jumat (5/6). Dalam kesempatan itu, ia menilai lingkungan pendidikan yang multikultural seperti di Sekolah Maitreyawira menjadi contoh baik dalam membangun karakter peserta didik di tengah keberagaman masyarakat Indonesia.

Menurut Fajar, keberadaan murid dari berbagai latar belakang budaya serta penggunaan beragam bahasa di lingkungan sekolah dapat menjadi sarana efektif untuk menumbuhkan toleransi, empati, dan kemampuan berinteraksi dalam masyarakat yang majemuk.

“Kita hidup di tengah masyarakat yang beragam. Semakin dini murid dikenalkan pada keragaman bahasa dan budaya, maka semakin kuat kemampuan mereka untuk menghargai perbedaan dan hidup berdampingan secara harmonis,” ujar Fajar.

Dalam kunjungan tersebut, Fajar juga menyosialisasikan Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 2 Tahun 2025 tentang Pedoman Pengawasan Penggunaan Bahasa Indonesia. Regulasi tersebut menjadi landasan penerapan konsep Trigatra Bangun Bahasa yang menekankan tiga prinsip utama, yakni mengutamakan Bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan dan identitas nasional, melestarikan bahasa daerah sebagai warisan budaya bangsa, serta menguasai bahasa asing sebagai sarana komunikasi dan kompetisi global.

Menurutnya, keseimbangan ketiga aspek tersebut menjadi penting agar generasi muda memiliki identitas kebangsaan yang kuat tanpa kehilangan kemampuan beradaptasi dengan perkembangan dunia internasional.

“Jangan sampai kita kehilangan jati diri karena terlalu berorientasi pada bahasa asing. Sebaliknya, kita juga tidak boleh menutup diri dari perkembangan dunia global. Oleh karena itu, Trigatra Bangun Bahasa menjadi panduan untuk menjaga keseimbangan itu,” katanya.

Selain menyoroti aspek kebahasaan, Fajar juga mengajak sekolah untuk terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi melalui transformasi digital pendidikan. Upaya tersebut dinilai penting untuk meningkatkan kualitas pembelajaran sekaligus menyiapkan peserta didik menghadapi tantangan masa depan.

Ia juga mengapresiasi capaian sektor pendidikan di Kota Dumai yang menunjukkan tren positif. Rata-rata lama sekolah masyarakat Dumai telah melampaui standar minimum nasional, sementara angka harapan lama sekolah terus mengalami peningkatan.

Sementara itu, Wali Kota Dumai Paisal menyambut baik kunjungan Wamendikdasmen yang dinilai menjadi momentum memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam meningkatkan mutu pendidikan dan pembangunan sumber daya manusia.

Menurut Paisal, Dumai merupakan daerah yang dikenal memiliki keragaman suku, budaya, dan agama yang hidup harmonis. Kondisi tersebut tercermin dalam dunia pendidikan, di mana sekolah negeri maupun swasta berkembang bersama dan melayani peserta didik dari berbagai latar belakang.

“Keberadaan sekolah-sekolah swasta yang semakin berkembang menunjukkan bahwa kini masyarakat memiliki banyak pilihan untuk mendapatkan pendidikan terbaik bagi anak-anak mereka. Ini juga menjadi simbol bahwa kualitas pendidikan di Dumai terus meningkat,” ujarnya.

Di bidang pendidikan karakter, Pemerintah Kota Dumai menjalankan Program Hikmat Pendidikan yang menempatkan pembentukan adab dan akhlak sebagai fondasi utama pendidikan. Program tersebut diterapkan di seluruh sekolah negeri maupun swasta di wilayah tersebut.

“Kami ingin anak-anak Dumai tumbuh menjadi generasi yang beradab, berakhlak mulia, dan memiliki kompetensi yang unggul. Dengan karakter yang baik, kelak mereka akan menjadi dokter, guru, polisi, maupun profesi lainnya yang memberikan manfaat bagi bangsa Indonesia,” kata Paisal.

Melalui penguatan Trigatra Bangun Bahasa, transformasi digital, serta pendidikan karakter, pemerintah berharap lahir generasi muda yang mampu bersaing di tingkat global tanpa kehilangan jati diri sebagai bangsa Indonesia.

Sonora Network

Our Services

Sonora Education And Talent Management

Sonora Education And Talent Management

Empowering Talent Development & Soft Skills Training.
Research Solution

Research Solution

Your Research Solution for Comprehensive Coverage, Reliable Sources, and Diverse Perspectives
Management Services

Management Services

Empowering Talent Development & Soft Skills Training.
Event Management

Event Management

Step into Syandana, we deliver exceptional tailored event solutions

We'll reach out to you to talk about what we can do to keep leading, together.

Let’s Collaborate!

Our Satisfied Partners

Kementrian Pajak
Kementrian PUPR
Kementerian Dinas Perhubungan
Kementrian Kominfo
Kementrian Agama
Kementrian Hukum dan HAM
Telkomsek
ASDP
Nuvo Family
Pertamina
Bear Brand
Sarirasa Group
Gopek House
Counterpain
PLN
Kementrian Pelni
Ayaxx
Wincos