Dubes Fadjroel dan Uni Ekonomi Eurasia Merayakan Peluang Kemakmuran Baru USD10 Miliar

15 Februari 2026 17:28 WIB
Yudi Samadi
Photo: Duta Besar Fadjroel Rachman bersama 4 Duta Besar dan Kementerian Ekonomi Nasional Kazakhstan (Sumber: KBRI Astana)
Sonora.co.id, ASTANA, KAZAKHSTAN -  Merayakan persahabatan baru dan merayakan peluang kemakmuran baru antara Indonesia dengan 5 (lima) negara anggota Uni Ekonomi Eurasia atau Eurasian Economic Union (EAEU). Duta Besar Fadjroel Rachman bersama 4 (empat) Duta Besar dan Kementerian Ekonomi Nasional Kazakhstan merayakan penandatangan Free Trade Agreement Indonesia - Eurasian Economic Union (FTA Indonesia - EAEU) di Wisma Indonesia secara sederhana di awal Februari 2026.

Penandatangan perjanjian perdagangan bebas tersebut dilaksanakan tanggal 21 Desember 2025 di Saint Petersburg, Rusia, oleh para wakil perdana menteri kelima negara dan Indonesia yang diwakili Menteri Perdagangan Budi Santoso. Disaksikan juga oleh lima kepala negara Kazakhstan, Rusia, Armenia, Belarus dan Kyrgystan, seperti Presiden Kazakhstan Kassym Jomart Tokayev dan Presiden Federasi Rusia Vladimir Putin.

Dr. M. Fadjroel Rachman, Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh untuk Kazakhstan dan Tajikistan tersebut mengatakan, perayaan di Wisma Indonesia Astana, Kazakhstan tersebut juga mendiskusikan implementasi FTA Indonesia - EAEU dengan peta jalan (road map) dan target-target baru perdagangan dalam 3-5 tahun mendatang. Seluruh duta besar negara anggota Uni Ekonomi Eurasia sangat antusias hadir dan berdiskusi sambil menikmati kuliner Indonesia. Dari Armenia H.E. Mr. Armen Ghevondyan, Belarus  H.E. Mr. Alexey Bogdanov, Kyrgystan - H.E. Mr. Kudaibergen Bazarbaev, Russia - H.E. Mr. Alexey Borodavdin, dan dari Kazakhstan - Mr. Erzhan Nessibkulov (Director of International  Cooperation Departement of the Ministry of National Economy of the Republic of Kazakhstan).
.
Dubes Fadjroel, Juru Bicara Presiden Republik Indonesia (2019 - 2021), menegaskan kembali bahwa penandatangan Perjanjian Perdagangan Bebas Indonesia - Uni Ekonomi Eropa ini merupakan jembatan emas (golden bridge) yang menghubungkan dua populasi besar di Indonesia 280 juta orang dan di Eurasia 180 juta orang; dua kekuatan ekonomi, Indonesia USD1,4 trillion dan Uni Ekonomi Eurasia sekitar USD2 trillion; membuka peluang menggandakan nilai perdagangan Indonesia - EAEU pada tahun 2025 senilai USD5,2 miliar menjadi lebih dari USD10 miliar lebih dalam 3 - 5 tahun mendatang; 4. Untuk Indonesia dan Kazakhstan nilai perdagangan dapat mencapai target baru yaitu USD2 miliar; ketika perdagangan terbuka investasi dan pariwisata juga akan meningkat signifikan antara Indonesia dan kelima negara anggota Uni Ekonomi Eurasia; perjanjian perdagangan bebas ini juga segera membuka potensi raksasa peluang ekonomi dan bisnis di Eurasia dan Indonesia, dalam suatu strategic partnership yang terukur dan terencana baik dalam jangka menengah dan panjang.

Perjanjian perdagangan bebas ini terdiri atas 15 bab termasuk akses pasar, fasilitasi perdagangan, kerjasama ekonomi, juga memformalkan  "preferential tariffs" hingga 90,5 persen untuk produk Indonesia, yang mewakili 95,1 persen total import Uni Ekonomi Eurasia dari Indonesia. "Produk Indonesia akan memperoleh akses pasar kompetitif dan lebih luas, " tegas Mendag Budi Santoso. Ekspor produk Indonesia akan lebih meningkat seperti minyak sawit dan turunannya, kakao, kopi, barang konsumsi, alas kaki, tekstil dan produk tekstik, produk perikanan, karet alam, furniture, dan elektronik. Juga ekspor ke pasar Indonesia untuk produk Kazakhstan dan Uni Ekonomi Eurasia seperti pupuk, besi, petroleum (minyak mentah), dan lain-lain.

Dubes Fadjroel mendukung pernyataan Ketua Komisi Ekonomi Eurasia Bakytzhan Sagintayev bahwa, "Implementasi perjanjian perdagangan bebas ini akan menggandakan perdagangan Indonesia dengan negara-negara anggota Uni Ekonomi Eurasia" tegasnya. Selain itu, "Mengingat Kazakhstan sekarang tertinggi dalam GDP/kapita sekitar USD15.000 dengan populasi 20 juta orang, merupakan penentu strategis untuk menyukseskan perjanjian perdagangan bebas ini," kata Dubes Fadjroel. 

Terkait Kazakhstan, ekspor dan impor barang pertanian dan industri Kazakhstan akan berkontribusi besar pada peningkatan nilai perdagangan Kazakhstan dan Indonesia. Nilai perdagangan tertinggi Kazakhstan-Indonesia sebesar USD691,3 juta pada tahun 2022, Dubes Fadjroel, "Kami yakin Kazakhstan - Indonesia dapat menggandakan nilai perdagangan dari tahun 2022,  menuju target baru USD2 miliar. Apalagi ditambah kemajuan baru dan segera dalam transportasi logistik, direct flight, bebas visa, perlindungan investasi, MoU Energi dan Mineral baik G to G maupun B to B yang melibatkan bisnis besar seperti Kazmunaygaz, Eurasian Resources Group, Pertamina dan Mind.ID, PT Inalum, PT Borneo Alumina Indonesia, serta penyelesaian berbagai MoU, seperti perlindungan investasi dan sister city Astana dan Nusantara, juga peluang kerjasama ekonomi dan bisnis dengan 17 provinsi di seluruh Kazakhstan yang  dikunjungi Dubes Fadjroel, serta perjanjian bilateral lainnya, termasuk kunjungan timbal-balik Presiden Kassym Jomart Tokayev ke Jakarta, dan Presiden Prabowo Subianto ke Astana," papar Dubes Fadjroel. 
 
Dalam catatan KBRI Astana berdasarkan informasi Kementerian Perdagangan Indonesia pada tahun 2025. Ekspor Indonesia ke Kazakhstan seperti televisi, monitor dan proyektor (HSC 8528); mesin/peralatan listrik (HS 85); lemak dan minyak hewan/nabati (HS 15); tembakau (HS 24); alas kaki (HS 64); mesin-mesin/pesawat mekanik (HS 84). Sedangkan ekspor Kazakhstan ke Indonesia seperti besi dan baja (HS 72); ferroalloy (HSC 7202); seng (HS 79); garam, belerang, kapur (HS 25); alumunium (HS 76) dan bahan kimia anorganik (HS 28).

Selain itu Indonesia dan kelima negara Uni Ekonomi Eurasia ini juga berpeluang bekerjasama di bidang energi karbon, energi baru (Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir) dan energi terbarukan, juga industri pertahanan. Di akhir pertemuan yang sangat bersahabat tersebut, Indonesia dan kelima negara Uni Ekonomi Eurasia tersebut merencanakan pertemuan berkelanjutan dalam berbagai bentuk aktivitas bisnis dan ekonomi serta memapankan persahabatan Indonesia - Uni Ekonomi Eurasia, seiring dengan posisi Kazakhstan menjabat Chairmanship Eurasian Economic Union tahun 2026 ini.

"Semua duta besar, Rusia, Indonesia, Armenia, Belarus, Kyrgystan dan Kementerian Ekonomi Nasional Kazakhstan,  meyakini bahwa jembatan emas Indonesia - Uni Ekonomi Eropa ini akan mendorong kualitas persabatan baru dan kuantitas kemakmuran baru di tahun-tahun mendatang. Ini peluang meraih nilai perdagangan baru sekitar USD10 miliar dalam 3-5 tahun mendatang antara Indonesia dan Uni Ekonomi Eurasia," tuntas Dubes Fadjroel. "Sekali lagi sebagai bentuk kegembiraan perayaan penandatanganan perjajian perdagangan bebas ini, saya ingin mengutip penyair dan filsuf besar Kazakhstan Abai Kunanbayev, bahwa "Persahabatan melahirkan persahabatan dan menciptakan kemakmuran bersama.”

Sonora Network

Our Services

Sonora Education And Talent Management

Sonora Education And Talent Management

Empowering Talent Development & Soft Skills Training.
Research Solution

Research Solution

Your Research Solution for Comprehensive Coverage, Reliable Sources, and Diverse Perspectives
Management Services

Management Services

Empowering Talent Development & Soft Skills Training.
Event Management

Event Management

Step into Syandana, we deliver exceptional tailored event solutions

We'll reach out to you to talk about what we can do to keep leading, together.

Let’s Collaborate!

Our Satisfied Partners

Kementrian Pajak
Kementrian PUPR
Kementerian Dinas Perhubungan
Kementrian Kominfo
Kementrian Agama
Kementrian Hukum dan HAM
Telkomsek
ASDP
Nuvo Family
Pertamina
Bear Brand
Sarirasa Group
Gopek House
Counterpain
PLN
Kementrian Pelni
Ayaxx
Wincos