Produksi Padi Capai 315 Ribu Ton Per Tahun, Jakarta Kerjasama Stok Beras dari Cianjur
12 Februari 2026 14:10 WIB
Lia Muspiroh
Photo: Wakil Gubernur Jakarta, Rano Karno hadiri panen bersama di Cianjur Jawa Barat, Kamis (12/02/2026). Sumber: Diskominfotik Jakarta
Sonora.co.id, Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta, Rano Karno menghadiri panen bersama di Desa Sindang Jaya, Kecamatan Ciranjang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Kamis (12/01/2026). Panen bersama ini merupakan bagian dari kerja sama antara Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dan Pemerintah Kabupaten Cianjur, guna mendukung ekosistem ketahanan pangan.
“Ketahanan pangan tidak dibangun dengan wacana, melainkan dengan keberanian untuk bekerja sama. Kita ingin pasokan terjaga dan harga tetap wajar, petani tersenyum, serta warga Jakarta merasa tenang menyambut Ramadan, Imlek, dan hari-hari besar lainnya dengan stok pangan yang cukup,” ujar Rano.
Kerja sama tersebut mengacu pada Peraturan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2020 dan telah diawali dengan penyusunan Kesepakatan Bersama. Selanjutnya, implementasi ditindaklanjuti secara teknis dan operasional oleh perangkat daerah terkait.
"Kerja sama ini dilaksanakan melalui skema business to business (B2B), yakni antara BUMD Provinsi DKI Jakarta, dalam hal ini PT Food Station Tjipinang Jaya, dengan mitra usaha di Kabupaten Cianjur. Skema ini juga diperkuat melalui kerja sama government to government antara Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Pemerintah Kabupaten Cianjur,” sambungnya.
Dalam jangka pendek, kerja sama difokuskan pada komoditas padi dan beras, serta pemanfaatan laboratorium pertanian untuk pengujian mutu pangan dan perbenihan. Langkah ini diharapkan dapat menjamin kualitas komoditas yang dipasok ke Jakarta sebelum dipasarkan.
Rano juga menyoroti potensi lahan pertanian Cianjur yang luas dan subur sebagai kekuatan utama dalam mendukung ketahanan pangan Ibu Kota. Menurutnya, kolaborasi ini harus menjadi hubungan yang saling menguntungkan dan berkelanjutan. Ke depan, ruang lingkup kerja sama terbuka untuk komoditas lainnya seiring besarnya kebutuhan pangan Jakarta setiap hari.
Rano juga menjelaskan, kebutuhan pangan di Jakarta meliputi beras sebanyak 2.700–3.000 ton per hari, cabai sekitar 120 ton per hari, daging sapi mencapai 65 ton per hari, serta daging ayam sekitar 750–800 ton per hari.
"Saya berharap kerja sama ini menjadi awal yang berkelanjutan. Selama saya di Jakarta dan Bang Ramsi di Cianjur, mari kita manfaatkan empat tahun ini untuk memperkuat hubungan baik. Jakarta mungkin tidak memiliki lahan, tetapi memiliki kapasitas fiskal yang besar. Anggaran besar ini harus dimanfaatkan untuk membangun kolaborasi yang saling menguntungkan,” tegasnya.
Kesepakatan bersama ini berlaku lima tahun dan diharapkan menjadi landasan kuat bagi pengembangan kerja sama yang lebih luas di masa mendatang.
Sementara itu, Direktur Utama Food Station Tjipinang Jaya, Dodot Tri Widodo, mengatakan panen ini merupakan tindak lanjut kerja sama antara Food Station dan PT Tunas Bumi Emas Lestari pada 2025 untuk meningkatkan volume pasokan sekaligus memperluas kemitraan dengan petani di Cianjur. Dari total lahan seluas 150 hektare, sekitar 100 hektare ditanami varietas IR64 dan Inpari 32, sedangkan 50 hektare lainnya ditanami varietas pandan wangi.
"Berdasarkan data yang kami baca dari Badan Pusat Statistik (BPS), produksi padi di Cianjur mencapai sekitar 630 ribu ton per tahun atau setara dengan 315 ribu ton beras. Artinya, Kabupaten Cianjur berada dalam kondisi surplus produksi. Surplus inilah yang diharapkan dapat memasok kebutuhan DKI Jakarta, mengingat kebutuhan beras di Ibu Kota sangat besar,” jelas Dodot.
“Ketahanan pangan tidak dibangun dengan wacana, melainkan dengan keberanian untuk bekerja sama. Kita ingin pasokan terjaga dan harga tetap wajar, petani tersenyum, serta warga Jakarta merasa tenang menyambut Ramadan, Imlek, dan hari-hari besar lainnya dengan stok pangan yang cukup,” ujar Rano.
Kerja sama tersebut mengacu pada Peraturan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2020 dan telah diawali dengan penyusunan Kesepakatan Bersama. Selanjutnya, implementasi ditindaklanjuti secara teknis dan operasional oleh perangkat daerah terkait.
"Kerja sama ini dilaksanakan melalui skema business to business (B2B), yakni antara BUMD Provinsi DKI Jakarta, dalam hal ini PT Food Station Tjipinang Jaya, dengan mitra usaha di Kabupaten Cianjur. Skema ini juga diperkuat melalui kerja sama government to government antara Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Pemerintah Kabupaten Cianjur,” sambungnya.
Dalam jangka pendek, kerja sama difokuskan pada komoditas padi dan beras, serta pemanfaatan laboratorium pertanian untuk pengujian mutu pangan dan perbenihan. Langkah ini diharapkan dapat menjamin kualitas komoditas yang dipasok ke Jakarta sebelum dipasarkan.
Rano juga menyoroti potensi lahan pertanian Cianjur yang luas dan subur sebagai kekuatan utama dalam mendukung ketahanan pangan Ibu Kota. Menurutnya, kolaborasi ini harus menjadi hubungan yang saling menguntungkan dan berkelanjutan. Ke depan, ruang lingkup kerja sama terbuka untuk komoditas lainnya seiring besarnya kebutuhan pangan Jakarta setiap hari.
Rano juga menjelaskan, kebutuhan pangan di Jakarta meliputi beras sebanyak 2.700–3.000 ton per hari, cabai sekitar 120 ton per hari, daging sapi mencapai 65 ton per hari, serta daging ayam sekitar 750–800 ton per hari.
"Saya berharap kerja sama ini menjadi awal yang berkelanjutan. Selama saya di Jakarta dan Bang Ramsi di Cianjur, mari kita manfaatkan empat tahun ini untuk memperkuat hubungan baik. Jakarta mungkin tidak memiliki lahan, tetapi memiliki kapasitas fiskal yang besar. Anggaran besar ini harus dimanfaatkan untuk membangun kolaborasi yang saling menguntungkan,” tegasnya.
Kesepakatan bersama ini berlaku lima tahun dan diharapkan menjadi landasan kuat bagi pengembangan kerja sama yang lebih luas di masa mendatang.
Sementara itu, Direktur Utama Food Station Tjipinang Jaya, Dodot Tri Widodo, mengatakan panen ini merupakan tindak lanjut kerja sama antara Food Station dan PT Tunas Bumi Emas Lestari pada 2025 untuk meningkatkan volume pasokan sekaligus memperluas kemitraan dengan petani di Cianjur. Dari total lahan seluas 150 hektare, sekitar 100 hektare ditanami varietas IR64 dan Inpari 32, sedangkan 50 hektare lainnya ditanami varietas pandan wangi.
"Berdasarkan data yang kami baca dari Badan Pusat Statistik (BPS), produksi padi di Cianjur mencapai sekitar 630 ribu ton per tahun atau setara dengan 315 ribu ton beras. Artinya, Kabupaten Cianjur berada dalam kondisi surplus produksi. Surplus inilah yang diharapkan dapat memasok kebutuhan DKI Jakarta, mengingat kebutuhan beras di Ibu Kota sangat besar,” jelas Dodot.
News
View MoreOur Services
Sonora Education And Talent Management
Empowering Talent Development & Soft Skills Training.
Research Solution
Your Research Solution for Comprehensive Coverage, Reliable Sources, and Diverse Perspectives