Menaker : Affiliate jadi Peluang Tenaga Kerja Adaptif Terhadap Ekonomi Digital
11 Februari 2026 19:14 WIB
Theresia Olivia Itran
Photo: Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli (kedua dari kiri-hadap gambar) saat meluncurkan Program Training of Trainers: Shopee Affiliate, di Balai BBPVP Bekasi, Jawa Barat, Rabu (11/2/2026).
Jakarta, Sonora.co.id - Tantangan penyerapan tenaga kerja di Indonesia masih menjadi pekerjaan rumah yang perlu dituntaskan oleh pemerintah dan dunia usaha. Menjawab tantangan tersebut, Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) dan Shopee Indonesia berkolaborasi untuk memperkuat pengembangan Sumber Daya Manusia dengan meluncurkan program Training of Trainers (ToT) : Shopee Affiliate.
Seperti diketahui, saat ini bisnis Affiliate (afiliasi) sudah tak asing lagi. Model bisnis pemasaran ini tengah diminati, di mana seseorang (afiliator) mendapatkan komisi dengan mempromosikan produk atau layanan perusahaan lain menggunakan tautan unik.
Program ini pun hadir untuk menjawab tantangan kesenjangan keterampilan digital khususnya dalam pemanfaatan platform e-commerce sebagai sumber peluang ekonomi.
ToT Shopee Affiliate dikhususkan untuk meningkatkan kapasitas dan kompetensi sumber daya manusia di bidang ekonomi digital, khususnya pada pengembangan keterampilan pemasaran digital dan pemanfaatan skema affiliate di ekosistem
e-commerce.
Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli dalam sambutannya menyampaikan, bahwa kolaborasi ini merupakan langkah strategis untuk menjawab tantangan kerja saat ini, dengan menyiapkan tenaga kerja yang adaptif terhadap perkembangan ekonomi digital.
Menurutnya, program pelatihan berbasis keterampilan digital seperti affiliate dapat
menjadi alternatif peluang kerja dan sumber pendapatan baru bagi masyarakat.
"Di Kemenaker melihat ini, bekerja sama dengan Shopee, ada sebuah entitas job title, yang disebut dengan affiliate yang menurut kami, harus menjadi salah satu bagian dari pelatihan kita. Tantangan kita jelas terkait dengan memperluas kesempatan bekerja yang mungkin banyak pekerjaan-pekerjaan informal yang sifatnya tradisional, dan tentu dengan perubahan sekarang, kemudian menjadi informal digital, istilahnya. Dan ini menjadi sesuatu yang harus kita wujudrai, peluang yang harus kita raih," ungkap Yassierli dalam acara peluncuran yang berlangsung di Balai BBPVP Bekasi, Jawa Barat, Rabu (11/2/2026).
Tak hanya itu, melalui pelatihan ini, para instruktur balai vokasi diharapkan mampu menularkan pengetahuan dan keterampilan teknis mengenai affiliate marketing kepada masyarakat, khususnya generasi muda dan pencari kerja, agar dapat membuka peluang usaha dan sumber penghasilan baru secara mandiri.
“Kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta seperti ini menjadi kunci dalam mempercepat pengembangan kompetensi tenaga kerja nasional. Kami berharap program ini dapat berkontribusi nyata dalam menciptakan lapangan kerja, meningkatkan produktivitas, serta mendorong pertumbuhan ekonomi digital yang inklusif dan berkelanjutan,” harap Yassierli.
Sementara itu, Deputy Director of Public Affairs Shopee Indonesia, Radynal Nataprawira mengatakan, lewat program ini Shopee tidak hanya berbagi pengetahuan dan praktik terbaik di ekosistem affiliate, tetapi juga mendukung peran balai vokasi sebagai pusat pengembangan talenta digital hingga ke daerah-daerah.
“Kolaborasi ini merupakan komitmen Shopee untuk mendukung pengembangan keterampilan digital di Indonesia, khususnya dalam menyiapkan talenta yang relevan dengan kebutuhan ekonomi digital saat ini. Melalui pelatihan Training of Trainers Shopee Affiliate, kami berharap para instruktur balai vokasi tidak hanya memahami praktik affiliate marketing secara komprehensif, tetapi juga mampu menjadi ujung tombak dalam menyebarkan pengetahuan tersebut kepada masyarakat di berbagai daerah,” ujar Radynal.
Untuk diketahui, Program Training of Trainers: Shopee Affiliate (Dengan Instruktur Tersertifikasi BNSP) ini diikuti oleh 100 peserta yang merupakan instruktur dari Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) dan Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Kemnaker yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia.
Para instruktur tersebut akan mengikuti pelatihan yang dibawakan oleh para trainer dari
Akademi Pengajar Kampus UMKM Shopee yang telah tersertifikasi oleh BNSP. Pelatihan ini berlangsung selama tiga hari, pada 11–13 Februari 2026, dan dilengkapi dengan materi pembelajaran yang komprehensif seputar ekosistem affiliate marketing.
Selain itu, Akademi Pengajar Kampus UMKM Shopee menargetkan melatih 500 pengajar hingga akhir tahun 2026 yang tersebar di berbagai kota di Indonesia. Target ini diharapkan dapat memperluas jangkauan program ke lebih banyak balai pelatihan vokasi di berbagai daerah, sekaligus mempercepat proses penguatan kapasitas instruktur agar semakin banyak masyarakat yang dapat mengakses pelatihan keterampilan digital secara berkelanjutan.
News
View MoreOur Services
Sonora Education And Talent Management
Empowering Talent Development & Soft Skills Training.
Research Solution
Your Research Solution for Comprehensive Coverage, Reliable Sources, and Diverse Perspectives