Pasar Jaya Gandakan Pasar Murah Jelang Ramadhan 2026
11 Februari 2026 18:44 WIB
Lia Muspiroh
Photo: Dirut Pasar Jaya Saat Diskusi Kesiapan Pangan Jelang Ramadan-Lebaran 2026 si Balai Kota Jakarta, Rabu (11/02/2026). Sumber: Lia Muspiroh
Sonora.co.id, Perumda Pasar Jaya memastikan kesiapan stok pangan dan menggandakan pelaksanaan pasar murah menjelang Ramadan dan Idulfitri 2026. Direktur Utama Perumda Pasar Jaya, Agus Himawan, menyebut langkah ini dilakukan untuk menjaga stabilitas harga sekaligus membantu daya beli masyarakat.
Agus mengatakan, pelaksanaan pasar murah tahun ini ditingkatkan hampir dua kali lipat dibanding tahun lalu. Jika pada 2025 kegiatan pasar murah digelar sekitar 250 kali, pada 2026 jumlahnya ditargetkan mendekati 500 kali.
"Tahun lalu pasar murah sekitar 250 kali, tahun ini kami tingkatkan hampir 100 persen menjadi kurang lebih 500 kali. Ini bagian dari upaya kami menjaga stabilitas pasokan dan harga selama Ramadan," kata Agus dalam Balkoters Talk bertajuk 'Kesiapan Tiga Pangan BUMD Pangan Jelang Ramadan dan Idulfitri 2026' di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (11/02/2026).
Agus menjelaskan, bazar murah telah digelar sepanjang Februari di seluruh kelurahan Jakarta Timur dan Jakarta Selatan, serta di 116 gerai Pasar Jaya. Selain itu, bazar besar juga akan kembali digelar di Balai Kota pada pekan kedua Ramadan, bersinergi dengan PT Food Station Tjipinang Jaya (Perseroda) dan Perumda Dharma Jaya.
Untuk meringankan beban belanja warga, Pasar Jaya menyiapkan paket sembako dan paket hari raya dengan harga mulai Rp 100.000 hingga Rp 300.000. Paket tersebut disediakan di gerai-gerai Pasar Jaya sebagai alternatif belanja hemat menjelang Lebaran.
"Kami siapkan paket sembako dan paket hari raya dengan harga terjangkau agar masyarakat bisa memenuhi kebutuhan pokok dengan lebih ringan," imbuhnya.
Dari sisi pasokan, Agus memastikan stok pangan dalam kondisi aman. Sejak 9 Februari 2026, stok beras di gerai Pasar Jaya tercatat mencapai 331 ton, meningkat dari paparan sebelumnya sebesar 261 ton. Selain itu, tersedia gula pasir sebanyak 84,3 ton dan minyak goreng hampir 209 ton.
Di tingkat pedagang pasar yang berada di bawah pengelolaan Pasar Jaya, stok beras tercatat sekitar 186 ton, dengan tambahan beras SPHP sekitar 10,1 ton. Agus menegaskan, secara umum harga komoditas pangan masih terkendali.
"Prinsipnya harga relatif stabil. Memang ada fluktuasi pada cabai merah, tetapi komoditas lainnya masih dalam kondisi terkendali," jelasnya.
Tak hanya di daratan Jakarta, Pasar Jaya juga meningkatkan distribusi pangan ke Kepulauan Seribu. Jika sebelumnya pengiriman dilakukan dua kali dalam sebulan, kini distribusi ditingkatkan hampir setiap minggu guna memastikan ketersediaan stok tetap terjaga.
Sementara itu Sekdaprov DKI Jakarta Uus Kuswanto mengatakan, pemerintah daerah selalu mengkonsolidasikan BUMD pangan yang ada di Jakarta untuk melayani masyarakat. Perseroan juga harus selalu berbenah, inovasi dan meningkatkan kualitas sehingga kepercayaan publik terhadap pemerintah bisa semakin baik.
"Kami berharap bahwa BUMD pangan di Jakarta benar-benar bisa dipercaya, bisa dipertanggungjawabkan, dan bisa menuruti kebutuhan pokok masyarakat di Jakarta," ujar Uus.
Agus mengatakan, pelaksanaan pasar murah tahun ini ditingkatkan hampir dua kali lipat dibanding tahun lalu. Jika pada 2025 kegiatan pasar murah digelar sekitar 250 kali, pada 2026 jumlahnya ditargetkan mendekati 500 kali.
"Tahun lalu pasar murah sekitar 250 kali, tahun ini kami tingkatkan hampir 100 persen menjadi kurang lebih 500 kali. Ini bagian dari upaya kami menjaga stabilitas pasokan dan harga selama Ramadan," kata Agus dalam Balkoters Talk bertajuk 'Kesiapan Tiga Pangan BUMD Pangan Jelang Ramadan dan Idulfitri 2026' di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (11/02/2026).
Agus menjelaskan, bazar murah telah digelar sepanjang Februari di seluruh kelurahan Jakarta Timur dan Jakarta Selatan, serta di 116 gerai Pasar Jaya. Selain itu, bazar besar juga akan kembali digelar di Balai Kota pada pekan kedua Ramadan, bersinergi dengan PT Food Station Tjipinang Jaya (Perseroda) dan Perumda Dharma Jaya.
Untuk meringankan beban belanja warga, Pasar Jaya menyiapkan paket sembako dan paket hari raya dengan harga mulai Rp 100.000 hingga Rp 300.000. Paket tersebut disediakan di gerai-gerai Pasar Jaya sebagai alternatif belanja hemat menjelang Lebaran.
"Kami siapkan paket sembako dan paket hari raya dengan harga terjangkau agar masyarakat bisa memenuhi kebutuhan pokok dengan lebih ringan," imbuhnya.
Dari sisi pasokan, Agus memastikan stok pangan dalam kondisi aman. Sejak 9 Februari 2026, stok beras di gerai Pasar Jaya tercatat mencapai 331 ton, meningkat dari paparan sebelumnya sebesar 261 ton. Selain itu, tersedia gula pasir sebanyak 84,3 ton dan minyak goreng hampir 209 ton.
Di tingkat pedagang pasar yang berada di bawah pengelolaan Pasar Jaya, stok beras tercatat sekitar 186 ton, dengan tambahan beras SPHP sekitar 10,1 ton. Agus menegaskan, secara umum harga komoditas pangan masih terkendali.
"Prinsipnya harga relatif stabil. Memang ada fluktuasi pada cabai merah, tetapi komoditas lainnya masih dalam kondisi terkendali," jelasnya.
Tak hanya di daratan Jakarta, Pasar Jaya juga meningkatkan distribusi pangan ke Kepulauan Seribu. Jika sebelumnya pengiriman dilakukan dua kali dalam sebulan, kini distribusi ditingkatkan hampir setiap minggu guna memastikan ketersediaan stok tetap terjaga.
Sementara itu Sekdaprov DKI Jakarta Uus Kuswanto mengatakan, pemerintah daerah selalu mengkonsolidasikan BUMD pangan yang ada di Jakarta untuk melayani masyarakat. Perseroan juga harus selalu berbenah, inovasi dan meningkatkan kualitas sehingga kepercayaan publik terhadap pemerintah bisa semakin baik.
"Kami berharap bahwa BUMD pangan di Jakarta benar-benar bisa dipercaya, bisa dipertanggungjawabkan, dan bisa menuruti kebutuhan pokok masyarakat di Jakarta," ujar Uus.
Our Services
Sonora Education And Talent Management
Empowering Talent Development & Soft Skills Training.
Research Solution
Your Research Solution for Comprehensive Coverage, Reliable Sources, and Diverse Perspectives