Pentingnya Pola Hidup Sehat untuk Kinerja Otak dan Memori
24 Januari 2026 08:44 WIB
Riko Marbun
Photo: bas/istimewa
Jakarta,
Sonora.co.id - Seiring meningkatnya perhatian terhadap isu kesehatan otak dan
fungsi kognitif, peluncuran produk nutrisi terbaru di Indonesia digelar
bersamaan dengan sesi briefing media yang membahas strategi menjaga kinerja
otak di berbagai tahap kehidupan. Acara ini menghadirkan pakar kesehatan yang
menyoroti tantangan penurunan kognitif dan peran gaya hidup sehat dalam
mendukung fungsi otak.
Data global menunjukkan bahwa gangguan fungsi otak, termasuk demensia, merupakan isu kesehatan masyarakat yang signifikan. Menurut World Health Organization (WHO, 2023), lebih dari 55 juta orang di seluruh dunia hidup dengan demensia, dan hampir 10 juta kasus baru terjadi setiap tahun. WHO memperkirakan jumlah ini akan meningkat menjadi 78 juta pada 2030 dan 139 juta pada 2050 akibat penuaan populasi di banyak negara.
Tahap awal gangguan fungsi otak yang sering menjadi perhatian adalah mild cognitive impairment (MCI), kondisi yang dapat memengaruhi memori dan aktivitas sehari-hari sebelum berkembang ke demensia. Studi global menunjukkan bahwa prevalensi MCI pada individu usia 50 tahun ke atas mencapai 15–20%, dengan kecenderungan meningkat seiring bertambahnya usia (PubMed, 2022).
Gary Small, M.D., anggota Herbalife Nutrition Advisory Board, menekankan pentingnya menjaga fungsi kognitif. Menurutnya, memori, fokus, dan kemampuan berpikir memainkan peran penting dalam aktivitas sehari-hari dan kualitas hidup.
"Tanpa perhatian dan perawatan yang tepat, kemampuan kognitif dapat menurun seiring bertambahnya usia, yang pada akhirnya memengaruhi produktivitas dan kemandirian,” ujarnya kepada wartawan di Jakarta, Rabu (22/01/2026).
Dr. Small menambahkan bahwa pendekatan menyeluruh sangat diperlukan, termasuk aktivitas fisik teratur, nutrisi seimbang, tidur yang cukup, serta stimulasi mental dan sosial.
“Kebiasaan hidup sehat dapat membantu mendukung fungsi otak dalam jangka panjang dan meningkatkan kualitas hidup,” jelasnya.
Penelitian terbaru oleh PMC (2020) menunjukkan bahwa olahraga teratur, interaksi sosial, stimulasi mental, dan keterlibatan dengan teknologi digital pada usia tengah hingga lanjut dapat membantu mengurangi risiko penurunan kognitif.
Dari sisi nutrisi, fitonutrien seperti polifenol yang terdapat secara alami dalam buah beri, teh hijau, cokelat hitam, kunyit, dan kedelai diketahui mendukung kesehatan tubuh, termasuk fungsi kognitif, bila dikombinasikan dengan gaya hidup sehat secara keseluruhan. Pendekatan nutrisi ini menjadi bagian dari strategi menjaga kesehatan otak sejak dini.
Sejalan dengan tema edukasi, Director & General Manager Herbalife Indonesia, Oktrianto Wahyu Jatmiko, menyatakan bahwa peluncuran ini mencerminkan komitmen perusahaan menghadirkan solusi nutrisi berbasis sains.
“Kami ingin sekaligus mendorong masyarakat untuk lebih sadar akan pentingnya menjaga kesehatan otak sejak dini,” pungkasnya.
Data global menunjukkan bahwa gangguan fungsi otak, termasuk demensia, merupakan isu kesehatan masyarakat yang signifikan. Menurut World Health Organization (WHO, 2023), lebih dari 55 juta orang di seluruh dunia hidup dengan demensia, dan hampir 10 juta kasus baru terjadi setiap tahun. WHO memperkirakan jumlah ini akan meningkat menjadi 78 juta pada 2030 dan 139 juta pada 2050 akibat penuaan populasi di banyak negara.
Tahap awal gangguan fungsi otak yang sering menjadi perhatian adalah mild cognitive impairment (MCI), kondisi yang dapat memengaruhi memori dan aktivitas sehari-hari sebelum berkembang ke demensia. Studi global menunjukkan bahwa prevalensi MCI pada individu usia 50 tahun ke atas mencapai 15–20%, dengan kecenderungan meningkat seiring bertambahnya usia (PubMed, 2022).
Gary Small, M.D., anggota Herbalife Nutrition Advisory Board, menekankan pentingnya menjaga fungsi kognitif. Menurutnya, memori, fokus, dan kemampuan berpikir memainkan peran penting dalam aktivitas sehari-hari dan kualitas hidup.
"Tanpa perhatian dan perawatan yang tepat, kemampuan kognitif dapat menurun seiring bertambahnya usia, yang pada akhirnya memengaruhi produktivitas dan kemandirian,” ujarnya kepada wartawan di Jakarta, Rabu (22/01/2026).
Dr. Small menambahkan bahwa pendekatan menyeluruh sangat diperlukan, termasuk aktivitas fisik teratur, nutrisi seimbang, tidur yang cukup, serta stimulasi mental dan sosial.
“Kebiasaan hidup sehat dapat membantu mendukung fungsi otak dalam jangka panjang dan meningkatkan kualitas hidup,” jelasnya.
Penelitian terbaru oleh PMC (2020) menunjukkan bahwa olahraga teratur, interaksi sosial, stimulasi mental, dan keterlibatan dengan teknologi digital pada usia tengah hingga lanjut dapat membantu mengurangi risiko penurunan kognitif.
Dari sisi nutrisi, fitonutrien seperti polifenol yang terdapat secara alami dalam buah beri, teh hijau, cokelat hitam, kunyit, dan kedelai diketahui mendukung kesehatan tubuh, termasuk fungsi kognitif, bila dikombinasikan dengan gaya hidup sehat secara keseluruhan. Pendekatan nutrisi ini menjadi bagian dari strategi menjaga kesehatan otak sejak dini.
Sejalan dengan tema edukasi, Director & General Manager Herbalife Indonesia, Oktrianto Wahyu Jatmiko, menyatakan bahwa peluncuran ini mencerminkan komitmen perusahaan menghadirkan solusi nutrisi berbasis sains.
“Kami ingin sekaligus mendorong masyarakat untuk lebih sadar akan pentingnya menjaga kesehatan otak sejak dini,” pungkasnya.
News
View MoreOur Services
Sonora Education And Talent Management
Empowering Talent Development & Soft Skills Training.
Research Solution
Your Research Solution for Comprehensive Coverage, Reliable Sources, and Diverse Perspectives