Eksistensi Penggemar Batu Alam Indonesia

23 Februari 2019 11:48 WIB
Tim Redaksi Sonora

SONORA.CO.ID - Indonesia diberikan sumber daya alam yang sangat melimpah, dari Sabang hingga Meurauke, dari Miangas hingga Pulau Rote. Namun disayangkan, masih banyak potensi hasil alam Indonesia yang belum dikelola dengan baik, sehingga hasil masih kurang maksimal. Atau, banyak pula yang sudah dikelola, namun karena kurangnya perhatian pemerintah maka hasil alam tersebut kurang dapat mendunia.

Salah satu hasil alam Indonesia yang kurang mendapat perhatian pemerintah adalah batuan alam Indonesia. Setidaknya hal tersebut disampaikan oleh pecinta batu alam Indonesia, Martuti Suandi atau yang akrab disapa Ci Afun. “Saya sedih batuan alam Indonesia kurang mendapat perhatian pemerintah.” Ujar Ci Afun yang kami hubungi melalui sambungan telepon.

Ci Afun mengatakan, untuk menghasilkan perhiasan atau hiasan atau juga komoditi yang dapat dilombakan melibatkan banyak orang. Ia menyebut, mulai dari penambang, penggosok batu, pembuat ring atau liontin, pedagang hingga sampai ditangan para penikmat/pecinta seni batuan alam Indonesia nan Indah. Berbeda dengan saat booming batuan sekitar tahun 2014-2015 lalu, pecinta atau penghobi batuan alam Indonesia saat lebih jelas. Mereka yang masih setia datang ke sentra penjualan batu seperti di Rawa Bening Jakarta Timur maupun yang setia mengikuti lomba yang diadakan di beberapa pusat perdagangan bisa dikatakan memang pecinta batu yang sesungguhnya.

“Enakan sekarang kalau mau lihat-lihat bahan atau batu yang sudah jadi di RB (Rawa Bening). Karena, ga harus berjubel seperti beberapa tahun lalu.” Ujar Fransiskus penghobi batu asal Depok. Dengan tidak berjubelnya orang yang datang ke pusat perdagangan batu alam Indonesia, pembeli dapat lebih santai dalam membeli bahan, sehingga mendapatkan kualitas yang terbaik.

Untuk mewadahi dan juga ajang silaturahmi antar pecinta atau penghobi batu alam Indonesia, beberapa lomba atau kejuaraan dilakukan di beberapa kota besar di Indonesia. Setidaknya dalam kurun waktu 2 tahun terakhir ini, lomba atau kejuaraan batu alam Indonesia terus digelar. Untuk di Jakarta sendiri, kejuaraan dibuka dengan event Rising Star IV yang berlangsung di Season City 14-17 Februari 2019.

Dalam ajang ini, berdasarkan data dari laman sosial media ketua panitia Togu P.Siregar terulis 2.952 kuota batu bersaing untuk mendapatkan yang terbaik. Juara Umum dari Rising Star IV ini mendapat hadiah Rp 30 juta. Hamid Ilo asal Sulawesi mendapatkan hadiah sebesar itu karena peserta lomba lebih dari 2300 kuota batu. Untuk kejuaraan berikutnya, di Jakarta masih akan ada kejuaraan Srikandi VI yang akan berlangsung 28 Februari hingga 3 Maret 2019 mendatang. Akan ada 460 kelas pada kejuaraan ini yang juga tidak akan kalah seru dengan Rising Star IV lalu. Bila pada Rising Star IV yang turun adalah batu-batu yang beum pernah masuk 3 besar atau bahkan batu baru, maka pada Srikandi VI ini akan turun batu yang sudah pernah juara atau beberapa kali juara. CI Afun yang mejadi ketua panitia pada ajang ini mengatakan, “Batu-batu Legend akan turun.”    

Jiwa Fighter

Ci Afun menambahkan, banyaknya kelas yang diperlombakan ini karena di tiap batu sendiri memiliki beberapa kelas. Batu Pandan misalnya, akan ada kelas S,M,L dan yang terbaru adalah Baby Small. “Belum lagi untuk batu gambar, seperti Pamona ada kelas sosok, mistik, tampak sampin, ekspresi geraak dan lain-lain.” Ujar Ci Afun yang rutin menggelar ajang Srikandi ini tiap 3 bulan sekali. Dari awal beliau menggelar lomba hingga Srikandi V antusiasme peserta dari seluruh Indonesia selalu meningkat.

Selain munculnya wajah-wajah baru, juga makin banyaknya kelas yang dipertandingkan. Dan, diharapkan ajang Srikandi VI ini akan semakin banyak lagi peserta dan wajah baru yang bermunculan. Selain memberi hadiah juara umum sebesar Rp 30 juta, ajang Srikandi VI juga akan  memberikan 22 cincin emas berlian kepada master atau yang menjadi juara umum ditiap jenis batu. Hadiah yang disediakan ini setidaknya untuk semakin menggairahkan perbatuan di Indonesia. Ia melihat penghobi batu saat ini terbagi menjadi tiga bagian, yakni yang hobi untuk ikut lomba atau sering disebut fighter, penghobi yang hanya sekedar melihat-lihat dan juga mengkoleksi serta yang ketiga penghobi yang baru coba-coba mencintai batu alam Indonesia.

Salah satu fighter yang cukup dikenal diajang lomba adalah Baronk Bekasi. Ia hampir selalu ikut lomba yang diadakan di Jakarta dan sekitarnya, dan hampir semua kelas batu gambar ia ikuti. Ia hingga kini tetap setia menjadi single fihter, walaupun peluang untuk mendapatkan gelar juara umum sangatlah sulit. “Buat apa ikut group atau bikin group? Toh nanti kalau menang juga yang terkenal nama groupnya. Single Fighter lebih memuaskan, menang kalah resiko sendiri yang nanggung.” Ujar lelaki yang sering mengenakan topi dengan rambut tergerai ini. “Yang penting kriknya.” Pungkas Baronk Bekasi.

Ci Afun mengatakan, jika mengikuti kejuaraan atau lomba, biasanya harga batu akan naik. Walaupun belum juara jika ada yang minat ya bisa langsung dijual ditempat, apalagi sudah juara. Harganya pun bervariasi tergantung kesepakatan pemilik dan pembeli. “Ya, bisa mulai Rp. 5 juta sampai Rp 100-an juta.” Ujar pemilik gerai perhiasan emas ini, mengakhiri pembicaraan.

(Penulis : FX Liliek Setyowibowo / Sonora / Is ) 
Sonora Network

Our Services

Sonora Education And Talent Management

Sonora Education And Talent Management

Empowering Talent Development & Soft Skills Training.
Research Solution

Research Solution

Your Research Solution for Comprehensive Coverage, Reliable Sources, and Diverse Perspectives
Management Services

Management Services

Empowering Talent Development & Soft Skills Training.
Event Management

Event Management

Step into Syandana, we deliver exceptional tailored event solutions

We'll reach out to you to talk about what we can do to keep leading, together.

Let’s Collaborate!

Our Satisfied Partners

Kementrian Pajak
Kementrian PUPR
Kementerian Dinas Perhubungan
Kementrian Kominfo
Kementrian Agama
Kementrian Hukum dan HAM
Telkomsek
ASDP
Nuvo Family
Pertamina
Bear Brand
Sarirasa Group
Gopek House
Counterpain
PLN
Kementrian Pelni
Ayaxx
Wincos