Ekowisata Didorong Jadi Penggerak Ekonomi Daerah Tanpa Merusak Lingkungan
02 Oktober 2026 07:06 WIB
Riko Marbun
Photo: her/Istimewa
Bandung Barat, Sonora.Co.ID - Pemerintah mendorong pengembangan ekowisata sebagai salah satu penggerak pertumbuhan ekonomi daerah yang tetap mengedepankan pelestarian lingkungan.
Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) Moh Jumhur Hidayat mengatakan, pembangunan ekonomi ke depan harus mampu menciptakan nilai ekonomi sekaligus menjaga dan memulihkan lingkungan.
Hal itu disampaikan Jumhur seusai mengikuti diskusi lingkungan dan kegiatan penanaman pohon di Rongga Budaya, Dusun Bambu, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Selasa (29/9/2026).
Jumhur menilai diperlukan perubahan paradigma pembangunan agar pertumbuhan ekonomi tidak lagi dicapai dengan mengorbankan lingkungan.
“Kita pindah peradaban. Peradaban yang dulu membangun sambil merusak lingkungan, sekarang membangun sambil memelihara lingkungan dan tumbuh ekonomi juga sambil memelihara lingkungan. Itu peradaban baru,” kata Jumhur.
Menurut Jumhur, ekowisata menjadi salah satu sektor yang dapat menerapkan pendekatan tersebut. Pemanfaatan potensi alam sebagai destinasi wisata dinilai dapat membuka aktivitas ekonomi bagi masyarakat dan pelaku usaha sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap kelestarian lingkungan.
“Pemerintah sangat serius untuk mendorong ekoturism, ekowisata. Karena itu adalah satu kegiatan ekonomi yang sekaligus bisa memuliakan lingkungan,” tutur Jumhur.
Ia mengatakan, keberhasilan kawasan wisata tidak hanya diukur dari jumlah kunjungan, tetapi juga dari kemampuan menciptakan perputaran ekonomi yang berkelanjutan di dalam kawasan.
Karena itu, Jumhur mendorong penerapan konsep ekonomi sirkular di kawasan wisata. Menurutnya, kegiatan ekonomi yang terus berputar akan membuat manfaat wisata dapat dirasakan lebih luas dan berkelanjutan.
“Apa pun kegiatan ini bisa hidup kalau ada circular ekonomi. Ada ekonomi yang berputar. Kalau tidak, ya biasanya tidak abadi,” imbuhnya.
Pemerintah juga mendorong keterlibatan dunia usaha dan sektor pembiayaan dalam perlindungan keanekaragaman hayati. KLH/BPLH tengah menyiapkan skema biodiversity credit untuk mempertemukan kebutuhan pembiayaan dengan agenda pelestarian lingkungan.
Jumhur mengatakan, keterlibatan dunia usaha menjadi bagian dari perubahan paradigma pembangunan. Aktivitas bisnis tetap dapat berkembang sekaligus memberikan kontribusi terhadap keberlanjutan lingkungan.
“Jangan alergi bahwa bisnis, financing itu harus menjadi bagian daripada memuliakan bumi. Silakan berbisnis dalam rangka juga memuliakan bumi,” tegas Jumhur.
Salah satu contoh pengembangan ekowisata ditunjukkan di Dusun Bambu, Kabupaten Bandung Barat. Kawasan seluas sekitar 35 hektare yang sebelumnya merupakan lahan kritis dikembangkan menjadi kawasan hijau berbasis ekowisata.
Pengembangan tersebut menunjukkan pemulihan lingkungan dapat berjalan bersamaan dengan pemanfaatan potensi ekonomi melalui sektor pariwisata.
Model serupa juga dikembangkan melalui EIGER Nature di Kabupaten Bogor. Kawasan seluas sekitar 253 hektare tersebut menjalankan pemulihan lingkungan melalui penanaman sekitar 120 ribu pohon tegakan dan 8 juta tanaman perdu.
Kawasan itu juga diarahkan menjadi sarana edukasi bagi masyarakat mengenai pentingnya menjaga kelestarian alam.
Sementara itu, Wakil Bupati Bandung Barat Asep Ismail menyampaikan potensi pengembangan wisata alam di wilayah selatan Kabupaten Bandung Barat.
Sejumlah destinasi, seperti Curug Malela dan Curug Sawer, dinilai memiliki potensi untuk dikembangkan lebih lanjut. Pengembangan wisata alam tersebut diharapkan dapat memperluas manfaat ekonomi sekaligus mendorong pemerataan ekonomi di wilayah selatan Bandung Barat.
Asep juga menyampaikan persoalan lingkungan di Waduk Saguling, khususnya terkait keberadaan eceng gondok.
Menanggapi persoalan tersebut, Jumhur meminta pihak-pihak yang memperoleh manfaat ekonomi dari Waduk Saguling turut bertanggung jawab menangani persoalan lingkungan di kawasan tersebut.
Menurut Jumhur, keberlanjutan ekonomi dan kelestarian lingkungan harus berjalan beriringan dengan melibatkan pemerintah, pemerintah daerah, dunia usaha, dan masyarakat.
Pendekatan tersebut diharapkan dapat memperkuat ekowisata sebagai sumber pertumbuhan ekonomi baru sekaligus menjaga kawasan alam agar tetap memberikan manfaat dalam jangka panjang.
News
View MoreOur Services
Sonora Education And Talent Management
Empowering Talent Development & Soft Skills Training.
Research Solution
Your Research Solution for Comprehensive Coverage, Reliable Sources, and Diverse Perspectives